Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

SOSBUD · 30 Des 2024 12:29 WIB ·

Film Horor “Pocong Merah” Syuting di Banyumas


					Film Horor “Pocong Merah” Syuting di Banyumas Perbesar

Banyumas [DESA MERDEKA] – Sebuah film layar lebar bakal mengambil beberapa lokasi syuting di Wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Kali ini, wilayah yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya akan menjadi lokasi syuting film horor berjudul “Pocong Merah”. Film yang diangkat dari kisah nyata ini tidak hanya melibatkan artis ibukota, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para talenta lokal untuk unjuk kebolehan. Ratusan warga setempat, antusias mengikuti casting yang digelar di Warung Makan Oemah Kuncen Desa Pasiraman Kidul Kecamatan Pekuncen, Jumat (17/12).

”Alhamdulillah peserta casting banyak dan kita sudah menemukan sejumlah aktor dan aktris yang bakal terlibat dalam film ini,” ujar Hendra Lee, sutradara sekaligus penulis cerita film tersebut.

Peluang bagi Talenta Lokal

Salah satu hal menarik dari film “Pocong Merah” adalah adanya kesempatan bagi para talenta lokal untuk terlibat dalam produksi film. Komunitas Pegiat Film Banyumas (KPFB) turut berperan aktif dalam menjaring para calon aktor dan aktris dari daerah.

”Kebetulan kita punya komunitas yang sudah puluhan kali terlibat dalam film. Kita kumpulkan mereka untuk ikut menjajal casting. Harapannya teman teman kita bisa ikut terlibat di dalamnya,” ujar Nanang Anna Noor, Kordinator KPFB.

Sejumlah pemain yang sudah sering terlibat dalam produksi film di daerah Banyumas, nampak hadir dalam casting yang berlangsung dalam suasana seru tersebut, untuk lolos dan terlibat menjadi pemeran dalam film ini.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Dengan adanya film seperti ini, para sineas muda di Banyumas bisa belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” tambah Nanang Anna Noor.

Kisah Mistis yang Menginspirasi

Film “Pocong Merah” mengadaptasi kisah nyata seorang dukun santet di Desa Kaliboyong, Yogyakarta, yang dihakimi warga hingga tewas. Kisah mistis tentang arwah dukun yang gentayangan dan membalas dendam dengan memburu seorang dukun santet saingannya yang memfitnahnya hingga ia menjadi korban pembunuhan, kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita yang penuh dengan ketegangan dan misteri.

“Kami ingin mengangkat cerita rakyat yang sudah ada dan membawanya ke layar lebar dengan sentuhan modern. Harapannya, film ini bisa menghibur sekaligus memberikan edukasi bagi penonton,” tambah Hendra.

Film berdurasi 100 menit ini dibintangi sejumlah artis yang sudah wara wiri tampil di layar kaca dan layar lebar. Diantaranya Ahmad Pule (Putra Mastur), Adinda Halona, Yoga Warner, Billa Aurora, Ferdian Aryadi dan Nasywa Auliya.

Potensi Banyumas sebagai Pusat Perfilman

Keberadaan film “Pocong Merah” yang diproduksi Checklist Sinema Jakarta ini, diharapkan dapat mendorong perkembangan industri perfilman di Banyumas.

“Kami ingin menjadikan Banyumas sebagai salah satu pusat kegiatan seni, khususnya film. Dengan adanya film ini, semoga bisa menginspirasi generasi muda untuk berkarya di bidang perfilman,” pungkas Hendra.

Dengan semakin banyaknya film yang mengambil lokasi syuting di daerah ini, maka akan semakin banyak pula peluang bagi masyarakat untuk terlibat di dalamnya. Hendra ingin lebih banyak memproduksi film film dengan lokasi di daerah, sehingga mampu merangsang para sineas atau pemain lokal untuk berkreasi.

”Targetnya menjadi desa sebagai pusat kegiatan seni khususnya film. Jangan di Jakarta terus,” pungkas Hendra, sutradara kelahiran Ajibarang, Banyumas ini. (nan).

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 458 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dandim Bekasi Terjang Banjir Kedungwaringin: TNI Pastikan Warga Aman

19 Januari 2026 - 21:20 WIB

Dakwah Jalur Langit: Saat Milenial Tulungagung “Recharging” Spiritualitas

19 Januari 2026 - 01:30 WIB

Satu Tiang Alif, Simbol Persatuan Langit dan Bumi di Pelita

17 Januari 2026 - 05:22 WIB

Ekosistem Budaya Ambarawa Hidup Lewat Sendratari Babad Fort Willem I

12 Januari 2026 - 21:54 WIB

Melawan Lupa: Kisah Benteng Pendem Ambarawa Dalam Gerak Tari

12 Januari 2026 - 17:06 WIB

Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin

12 Januari 2026 - 17:04 WIB

Trending di SOSBUD