Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 8 Feb 2025 17:55 WIB ·

Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 Resmi Dibuka, Diharapkan Dongkrak Pariwisata Sumatera Barat


					Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 Resmi Dibuka, Diharapkan Dongkrak Pariwisata Sumatera Barat Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025 di Kawasan Kota Tua Padang pada Jumat (8/2/2025). Festival yang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata Sumbar, yang tahun ini menargetkan setidaknya 20 juta kunjungan wisatawan.

“Tentu kita sangat berharap, kedua festival ini dapat menjadi daya tarik dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar, khususnya ke Kota Padang. Serta mendukung pencapaian target pariwisata Sumbar 2025, yaitu minimal 20 juta pergerakan wisatawan,” kata Gubernur saat membuka acara di bawah Jembatan Siti Nurbaya.

Gubernur menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata Sumbar mencatat pergerakan wisatawan selama tahun 2024 sebanyak 19,14 juta kunjungan, dengan 76.752 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Jumlah kunjungan ini setara dengan 141,7% dari target kunjungan wisatawan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar untuk tahun 2024, yaitu 13,5 juta wisatawan.

“Oleh karena itu, kita harus berupaya mempertahankan tren positif ini melalui berbagai acara. Kita telah menjadwalkan setidaknya 97 acara pariwisata pada tahun ini, termasuk di antaranya 5 acara internasional, 19 acara nasional, 63 acara daerah, dan 10 acara MICE,” lanjut Gubernur.

Mengenai Festival Siti Nurbaya yang tahun ini memasuki penyelenggaraan yang kesembilan, Gubernur mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Padang sehingga festival ini telah menjadi salah satu dari 110 acara terbaik di Indonesia. Terlebih lagi, pada tahun ini perayaannya dikolaborasikan dengan perayaan Cap Go Meh, yang membuktikan bahwa Kota Padang memiliki kekayaan budaya yang terus dijaga dan dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

“Semua ini terwujud berkat kesungguhan Pemerintah Kota Padang dan dukungan dari berbagai pihak. Selain melestarikan budaya lokal, festival ini juga memperlihatkan harmoni yang terjalin antar etnis di Kota Padang. Apalagi, tradisi seperti Sipasan dan Serak Gulo bahkan tidak dapat ditemukan lagi di negara asalnya, sementara di Kota Padang kita terus melestarikannya,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree H Algamar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedua acara ini dapat diselenggarakan secara bersamaan berkat dukungan dari berbagai pihak. Ia juga mengucapkan terima kasih atas banyaknya dukungan yang diberikan dan berkomitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan kedua festival tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

“Dapat kami sampaikan, bahwa kedua acara ini akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Februari 2025. Acara ini juga didukung oleh ratusan pelaku UMKM yang mendirikan stan dan menjajakan produk UMKM masing-masing,” kata Andree.

Turut hadir dalam pembukaan Festival Siti Nurbaya dan Cap Go Meh 2025, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta beserta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar lainnya. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sihir Sejarah Ambarawa: Sendratari Babad Fort Willem I Digelar Rutin

18 Januari 2026 - 07:18 WIB

Le Jacques-Cartier: “Hotel Bawah Laut” Prancis Ubah Peta Wisata Indonesia

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mentawai Bukan Sekadar Ombak: Turis Prancis ‘Sihir’ Siberut

16 Januari 2026 - 20:57 WIB

Stasiun Tuntang: Menghidupkan ‘Roh’ Kolonial Melalui Diplomasi Budaya

16 Januari 2026 - 17:04 WIB

Benteng Pendem Ambarawa: Jejak Kolonial yang Kini Bernafas Budaya

10 Januari 2026 - 10:21 WIB

Lumpia Danish: Dari Satu Kilo Rebung, Kini 3 Kuintal per-Hari

7 Januari 2026 - 04:27 WIB

Trending di JALAN JAJAN