Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 7 Apr 2025 06:14 WIB ·

Festival Kuluwung Jonggol: Dentuman Meriam Kayu Meriahkan Silaturahmi Warga


					<em>Meriam kayu atau kuluwung berukuran besar menjadi daya tarik utama dalam Festival Kuluwung di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (3/4/2025). Festival ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan adu dentuman karbit antar desa.</em> Perbesar

Meriam kayu atau kuluwung berukuran besar menjadi daya tarik utama dalam Festival Kuluwung di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (3/4/2025). Festival ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan adu dentuman karbit antar desa.

Jonggol, Bogor [DESA MERDEKA] Dentuman meriam kayu atau yang dikenal dengan sebutan “kuluwung” menggema di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama dua hari penyelenggaraan festival yang berlangsung meriah. Ajang adu karbit ini menjadi tontonan menarik sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga dua desa, yakni Desa Weninggalih dan Desa Sukagalih.

Festival Kuluwung merupakan warisan budaya turun-temurun yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kepala Desa Weninggalih, Muhammad Rahmat, selaku panitia festival, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat sekitar 11 kuluwung dengan berbagai ukuran yang dipamerkan dan diadu oleh para peserta. Ukuran kuluwung bervariasi, mulai dari yang terbesar dengan panjang sekitar 11 meter dan diameter 3 meter, hingga yang terkecil dengan panjang 2 meter dan diameter 1 meter.

“Di Desa Weninggalih sendiri, ada 11 kuluwung yang kami pamerkan dalam festival ini,” ujar Muhammad kepada jabaronline.com, Kamis (3/4/2025).

Lebih lanjut, Muhammad menjelaskan bahwa tradisi adu kuluwung merupakan kearifan lokal masyarakat Bogor Timur, khususnya di tiga kecamatan yaitu Jonggol, Sukamakmur, dan Tanjungsari. Ajang ini secara khusus diadakan untuk memeriahkan perayaan Hari Raya Idulfitri.

“Adu kuluwung ini adalah budaya lokal khas Jonggol dan Bogor Timur. Intinya adalah kesepakatan antara dua desa untuk bersama-sama merayakan libur Idulfitri dengan cara yang unik dan meriah,” terangnya.

Penyelenggaraan Festival Kuluwung ini sepenuhnya didanai secara swadaya oleh masyarakat Desa Weninggalih dan Desa Sukagalih. Semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga menjadi kunci suksesnya acara ini.

“Dana untuk festival ini murni dari swadaya masyarakat kedua desa,” jelas Muhammad.

Selain sebagai hiburan, Festival Kuluwung juga memiliki nilai penting sebagai ajang silaturahmi antar warga desa. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat setempat.

“Tujuan utama festival ini adalah untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi wadah silaturahmi antara dua desa. Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang kita,” tutur Muhammad.

Muhammad menambahkan bahwa kegiatan adu kuluwung rutin diadakan setiap tahun di berbagai lokasi khusus di wilayah Kecamatan Jonggol.

“Setiap tahun, acara serupa selalu terselenggara di berbagai tempat di Kecamatan Jonggol,” pungkasnya.

Proses pembuatan dentuman kuluwung cukup unik. Karbit yang telah dipecah menjadi bagian kecil dicampur dengan air, lalu dimasukkan ke dalam mulut kuluwung dan didiamkan selama sekitar tiga menit hingga mengeluarkan asap. Selanjutnya, untuk menghasilkan dentuman yang keras menyerupai meriam, api disulutkan. Agar karbit tidak cepat habis, bagian mulut meriam biasanya ditutupi dengan ilalang atau diurug dengan tanah untuk menjaga panas di dalamnya. Kemeriahan Festival Kuluwung ini menjadi bukti kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga di Kabupaten Bogor.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tani Merdeka Salatiga Ubah Pola Pikir Bantuan Jadi Kemandirian

4 Mei 2026 - 09:28 WIB

Demokrasi Berkualitas Mulai dari Kesadaran Politik Warga Desa

2 Mei 2026 - 17:25 WIB

Jalan Pintas Talenta Desa Bekasi Menuju Piala Presiden

2 Mei 2026 - 11:44 WIB

Jurus Pebayuran Melawan Modernisasi: Pencak Silat Jadi Benteng Pemuda

2 Mei 2026 - 10:33 WIB

Narkoba dan Stunting di Sumbar Mengkhawatirkan, Isu LGBT Masih Jadi Perdebatan

30 April 2026 - 22:51 WIB

Modal Sosial Menguat dalam Tradisi Pelepasan Haji Pangkalpinang

30 April 2026 - 19:38 WIB

Trending di SOSBUD