Deiyai, Papua Tengah [DESA MERDEKA] – Sebuah babak baru dalam tata kelola pemerintahan di Kabupaten Deiyai resmi dimulai. Distrik Tigi Timur kini memiliki nakhoda baru setelah prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Lukas Doo, S.STP kepada Yulianus Doo berlangsung khidmat di kantor distrik pada Jumat (14/3/2025). Sertijab ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan janji keberlanjutan pembangunan hingga tahun 2030.
Uniknya, transisi kekuasaan ini diwarnai dengan semangat persaudaraan yang kental. Lukas Doo secara simbolis menyerahkan cap distrik, kunci kantor, dan daftar nominatif kepada Yulianus Doo. Penyerahan kunci ini menjadi metafora penting: dibukanya pintu kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat asli Tigi Timur untuk terlibat aktif dalam pembangunan.
Kompak Mengawal Pembangunan
Sudut pandang menarik muncul saat Lukas Doo menyatakan bahwa dirinya tidak akan benar-benar “pergi”. Ia berkomitmen untuk tetap mengawal dan mendampingi Yulianus Doo dalam menjalankan roda pemerintahan. Langkah ini tergolong jarang terjadi dalam dinamika politik lokal, di mana biasanya pejabat lama langsung lepas tangan.
“Saya siap mengawal pembangunan di wilayah Distrik Tigi Timur bersama kepala distrik yang baru,” tegas Lukas Doo di hadapan para ASN dan tokoh masyarakat. Ia juga menutup masa jabatannya dengan kerendahan hati melalui permohonan maaf terbuka, mengakui bahwa kesempurnaan pembangunan adalah proses yang panjang dan berkelanjutan.
Sinergi Menuju 2030
Yulianus Doo, yang kini memegang tongkat estafet kepemimpinan, merespons tantangan tersebut dengan optimisme. Fokus utamanya adalah melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis sebelumnya sambil membawa inovasi baru dalam pelayanan publik. Ia menyadari bahwa membangun Tigi Timur di tengah tantangan geografis Deiyai memerlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Saya mengajak semua pihak, mulai dari pamong hingga tokoh masyarakat, untuk bergandengan tangan membangun Tigi Timur yang lebih baik,” ujar Yulianus dalam sambutan perdananya.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi motor penggerak percepatan infrastruktur dan kesejahteraan di tingkat distrik. Dengan masa jabatan hingga 2030, masyarakat kini menaruh harapan besar pada duet visi kepemimpinan yang harmonis antara pejabat lama dan baru demi kemajuan Deiyai.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.