Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 29 Jul 2025 06:54 WIB ·

Diplomasi Subuh: Himpaudi Sumbar Tagih Kesetaraan Guru PAUD


					Diplomasi Subuh: Himpaudi Sumbar Tagih Kesetaraan Guru PAUD Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ada pemandangan tidak biasa di Mushalla Gubernuran Sumatera Barat pada Selasa (29/7). Ketika sebagian besar warga masih terlelap, pengurus PW Himpaudi Sumatera Barat sudah bersiaga untuk melakukan “diplomasi subuh” bersama Gubernur Mahyeldi Ansharullah. Langkah jemput bola ini dilakukan demi memperjuangkan satu misi besar: pengakuan hak profesi dan kesetaraan bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua PW Himpaudi Sumbar, Pun Ardi, menegaskan bahwa pertemuan di waktu fajar ini bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, urgensi mengenai nasib guru PAUD menuntut cara-cara luar biasa. Himpaudi ingin memastikan bahwa pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap revisi regulasi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mengakui guru PAUD sebagai profesi formal yang setara dengan guru jenjang lainnya.

Mengetuk Pintu Langit dan Pintu Kebijakan
“Kami rela datang dini hari demi kemajuan PAUD di Sumatera Barat. Isu kesetaraan hak profesi ini sangat krusial, karena mereka adalah fondasi awal pendidikan karakter anak bangsa,” ujar Pun Ardi. Selain membahas nasib profesi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang koordinasi untuk mematangkan persiapan Hari Anak Nasional (HAN) di tingkat provinsi.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan religius ini menjadi simbol dedikasi para pendidik. Dengan menemui Gubernur di waktu subuh, Himpaudi seolah ingin “mengetuk pintu langit” sekaligus memastikan komitmen pemerintah daerah berada di garis terdepan. Pun Ardi menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Mahyeldi yang bersedia menerima aspirasi tersebut secara langsung di tengah jadwalnya yang padat.

Bukan Sekadar Kesejahteraan, Tapi Pengakuan
Selama ini, guru PAUD sering kali dipandang sebelah mata dalam sistem penggajian dan tunjangan profesi dibandingkan guru SD atau SMP. Padahal, beban kerja dan tanggung jawab mendidik anak pada masa golden age sangatlah berat. Melalui dukungan Buya Gubernur—sapaan akrab Mahyeldi—Himpaudi optimis Sumatera Barat bisa menjadi pelopor dalam memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD di tingkat nasional.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya kebijakan lokal yang lebih berpihak. PW Himpaudi menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai pengakuan profesi benar-benar tercapai. Dengan semangat “Himpaudi Jaya!”, organisasi ini yakin bahwa investasi pada guru PAUD adalah investasi nyata untuk masa depan generasi emas Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 155 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Kisah Alvin di Sekolah Rakyat Dharmasraya Bikin Haru

2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Kisah Perjuangan Mahyeldi Bakar Semangat Siswa SRT Dharmasraya

2 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat Dharmasraya Titik Balik Putus Rantai Kemiskinan

2 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kolaborasi Anggota Dewan Dongkrak Penerima PIP SMKN Kletek

31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di PENDIDIKAN