Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 7 Jan 2026 13:14 WIB ·

Diplomasi Gubuk Tulungagung: Syukuran Sawah dan Target Pangan 2026


					Diplomasi Gubuk Tulungagung: Syukuran Sawah dan Target Pangan 2026 Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di sebuah gubuk sederhana milik Gapoktan Tani Makmur, tepat di sebelah barat SMKN 1 Tulungagung, Kelurahan Tamanan, sebuah komitmen besar untuk kedaulatan pangan dimulai. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, memilih duduk bersama para petani dalam acara tasyakuran swasembada pangan sekaligus menandai dimulainya musim tanam perdana tahun 2026, Rabu (7/1/2026).

Langkah ini bukan sekadar seremoni rutin. Ahmad Baharudin menegaskan bahwa tasyakuran ini adalah bentuk apresiasi nyata atas dedikasi petani yang berhasil menjaga stok pangan daerah tetap melimpah. “Tasyakuran ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk syukur kita atas kerja keras para petani. Pemerintah daerah akan terus mendukung melalui program kemudahan akses pupuk dan teknologi,” tegasnya di hadapan para anggota kelompok tani.

Melawan Tantangan Cuaca dari Akar Rumput
Sudut pandang “diplomasi gubuk” ini mencerminkan kedekatan pemerintah dengan pilar ekonomi terpenting Tulungagung, yakni sektor agraria. Memasuki awal tahun 2026, tantangan perubahan cuaca ekstrem menjadi ancaman nyata bagi stabilitas pangan. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan pemerintah dan insting bertani di lapangan harus berjalan selaras.

Wabup berharap pendampingan dari dinas terkait dapat lebih intensif, terutama dalam mengarahkan pola tanam yang tepat guna mengantisipasi gagal panen akibat anomali cuaca. Kehadiran unsur TNI dalam acara ini juga mempertegas bahwa ketahanan pangan kini telah bergeser menjadi bagian dari ketahanan nasional yang dimulai dari petak-petak sawah di desa.

Inovasi dan Harapan Baru di Tamanan
Gapoktan Tani Makmur di Kelurahan Tamanan dianggap sebagai role model bagi kelompok tani lainnya di Tulungagung. Keberhasilan mereka menjaga swasembada tahun lalu menjadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi musim tanam 2026.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Momen ini menjadi simbol bahwa di tengah modernisasi, kearifan lokal seperti tasyakuran tetap menjadi pengikat semangat para petani untuk terus berproduksi. Dengan dukungan teknologi dan kepastian distribusi pupuk yang dijanjikan pemerintah, Tulungagung optimis mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan di Jawa Timur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prahara di Desa Sisi: Pelayanan Kesehatan Lumpuh Akibat Politisasi?

13 Mei 2026 - 06:28 WIB

Ironi Desa Loleo: Dana Rakyat Menjadi Ladang Kekayaan Elit Lokal

10 Mei 2026 - 18:42 WIB

Wajah Baru Parlemen Bantarjaya: Kompetisi Sehat Demi Kemajuan Desa

8 Mei 2026 - 18:05 WIB

Audit Dana Desa Sungai Ulu: Bukan Sekadar Urusan Kertas

8 Mei 2026 - 06:25 WIB

Satu Dekade Dana Desa: Lampung Selatan Jadi Etalase Nasional

8 Mei 2026 - 01:01 WIB

Polemik Perangkat Desa Kediri: PPDI Desak Penundaan dan Revisi Perda

7 Mei 2026 - 17:51 WIB

Trending di DESA