Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 8 Feb 2025 16:00 WIB ·

Desa Sabatang, Halmahera Selatan: Potensi Wisata yang Tersembunyi di Balik Tragedi


					Desa Sabatang, Halmahera Selatan: Potensi Wisata yang Tersembunyi di Balik Tragedi Perbesar

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Desa Sabatang, yang terletak di Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi sorotan media massa setelah penemuan jenazah Sahril Helmi, jurnalis Metro TV yang hilang akibat insiden ledakan speedboat milik Basarnas Ternate. Jenazah Sahril ditemukan di perairan desa ini pada Sabtu (8/2/2025), tepatnya di koordinat 0°27’21.92″S / 127°41’31.34″E, sekitar 50 Nautical Mile (Nm) dengan radian 173° dari Last Known Position.

Adapun Desa Sabatang sendiri, menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dari segi budaya, masyarakatnya masih mempertahankan tradisi dan bahasa lokal, seperti tarian Cakalele yang merupakan warisan suku Togale. Keramahan masyarakat setempat dan tradisi penyambutan yang hangat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan keaslian budaya lokal.

Potensi alam Desa Sabatang juga sangat besar, terutama di Pulau Kusu. Keindahan alam dan nilai budaya yang kaya menjadi modal penting untuk pengembangan pariwisata. Pulau ini menawarkan panorama laut yang menakjubkan, dengan bentuknya yang menyerupai buaya tidur dan “Tanjung Neraka” yang terkenal karena arus lautnya yang kuat.

Pulau Kusu juga memiliki keunikan tersendiri dengan adanya dua jenis tanaman unik, yaitu rumput padi dan jambulan, serta mata air yang tidak pernah kering di area “PEA-PEA”. Selain itu, pulau ini memiliki nilai spiritual bagi masyarakat Desa Sabatang dengan adanya kuburan atau “karamat” yang menjadi tempat ritual dan penghormatan kepada leluhur.

Kehadiran Kusu Island Resort yang sedang dalam tahap pembangunan semakin meningkatkan potensi wisata Pulau Kusu. Resort ini menggunakan bahan-bahan lokal seperti daun sagu, menciptakan nuansa alami dan ramah lingkungan.

Pemerintah daerah juga berencana membangun pelabuhan besar di Tuwada, yang akan memudahkan akses ke Pulau Kusu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan memperkuat sektor pariwisata di desa ini. Namun, penting bagi pemerintah desa untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat langsung dari perkembangan pariwisata.

Untuk mencapai potensi maksimalnya, Desa Sabatang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Pengembangan infrastruktur, promosi yang efektif, dan pengelolaan yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan pariwisata di Desa Sabatang dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Tragedi yang menimpa Sahril Helmi menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan keamanan dalam aktivitas wisata bahari. Semoga kejadian ini tidak menyurutkan minat wisatawan untuk mengunjungi Desa Sabatang dan menikmati keindahan alam serta kekayaan budayanya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 107 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sihir Sejarah Ambarawa: Sendratari Babad Fort Willem I Digelar Rutin

18 Januari 2026 - 07:18 WIB

Le Jacques-Cartier: “Hotel Bawah Laut” Prancis Ubah Peta Wisata Indonesia

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mentawai Bukan Sekadar Ombak: Turis Prancis ‘Sihir’ Siberut

16 Januari 2026 - 20:57 WIB

Stasiun Tuntang: Menghidupkan ‘Roh’ Kolonial Melalui Diplomasi Budaya

16 Januari 2026 - 17:04 WIB

Benteng Pendem Ambarawa: Jejak Kolonial yang Kini Bernafas Budaya

10 Januari 2026 - 10:21 WIB

Lumpia Danish: Dari Satu Kilo Rebung, Kini 3 Kuintal per-Hari

7 Januari 2026 - 04:27 WIB

Trending di JALAN JAJAN