Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 1 Feb 2025 05:27 WIB ·

Desa Randupitu Pasuruan: Inovasi Ketahanan Pangan Menuju Desa Mandiri


					Desa Randupitu Pasuruan: Inovasi Ketahanan Pangan Menuju Desa Mandiri Perbesar

Pasuruan [DESA MERDEKA] – Peringatan Hari Desa Nasional 2025 di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menjadi momentum penting bagi desa ini untuk menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan. Tidak hanya sebatas seremonial, Desa Randupitu telah merintis berbagai inovasi untuk mencapai swasembada pangan dan bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi.

Berbeda dari desa lain, Desa Randupitu telah membangun kawasan ketahanan pangan yang lengkap. Terdapat green house seluas 88 meter persegi yang dilengkapi dengan sistem hidroponik untuk budidaya sayur-sayuran. Selain itu, terdapat 11 kolam lele dan area penggemukan bebek. Semua kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menjelaskan bahwa konsep ketahanan pangan ini telah disiapkan sejak jauh-jauh hari. “Kami ingin Desa Randupitu tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga menjadi contoh bagi desa lain,” ujarnya.

Inovasi Hidroponik Unggul

Salah satu inovasi unggulan di Desa Randupitu adalah penggunaan sistem hidroponik dalam budidaya sayuran. Dengan sistem ini, tanaman tumbuh lebih cepat dan berkualitas karena nutrisi yang diberikan lebih terkontrol. Selain itu, penggunaan air juga lebih efisien.

“Kami memilih sistem hidroponik karena lebih efisien dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Hasil panen sayuran hidroponik kami sangat diminati masyarakat,” tambah Fuad.

Potensi Wisata Edukasi

Tidak hanya fokus pada produksi pangan, Desa Randupitu juga mengembangkan konsep wisata edukasi. Kawasan ketahanan pangan yang dibangun diintegrasikan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pempes. Pengunjung dapat belajar tentang pengelolaan sampah yang baik dan sekaligus melihat langsung proses budidaya tanaman dan ternak.

“Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai pusat edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda. Mereka bisa belajar tentang pentingnya ketahanan pangan dan bagaimana cara memproduksi pangan secara berkelanjutan,” ungkap Fuad.

Dukungan Masyarakat dan Pemerintah

Keberhasilan Desa Randupitu dalam membangun kawasan ketahanan pangan tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan pemerintah. Seluruh elemen masyarakat di Desa Randupitu terlibat aktif dalam kegiatan ini. Selain itu, pemerintah desa juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kabupaten dan berbagai pihak lainnya.

“Kami berharap Desa Randupitu bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan ketahanan pangan yang kuat, desa akan menjadi lebih mandiri dan sejahtera,” pungkas Fuad.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Sawah Bisa Panen Tiga Kali dengan Ilmu

4 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di IPTEK