Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 7 Jan 2026 19:44 WIB ·

Desa Penyamun: Laboratorium Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki di Bangka


					Desa Penyamun: Laboratorium Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki di Bangka Perbesar

Bangka, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Menghapus kemiskinan tidak cukup dengan sekadar memberi bantuan instan. Paradigma inilah yang diusung oleh Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Resmi ditetapkan sebagai satu-satunya Kampung Zakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (6/1/2026), desa ini kini memikul misi besar: mengubah wajah desa tertinggal menjadi pusat kemandirian ekonomi umat melalui tata kelola zakat modern.

Program kolaboratif antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan lembaga zakat ini tidak menggunakan pendekatan bantuan konsumtif yang sekali habis. Kampung Zakat bekerja layaknya sebuah laboratorium sosial. Di sini, dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) disulap menjadi modal usaha, beasiswa pendidikan, hingga insentif dakwah. Tujuannya adalah memutus rantai ketergantungan sehingga masyarakat yang semula penerima manfaat (mustahik) kelak mampu berdiri tegak sebagai pemberi zakat (muzakki).

Satu-satunya Pilot Project di Bangka Belitung
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangka, Syarifudin, menegaskan bahwa Desa Penyamun terpilih melalui proses seleksi dan sosialisasi yang ketat. Berdasarkan kebijakan nasional, saat ini setiap provinsi hanya memiliki satu desa percontohan (pilot project) untuk menjaga fokus dan efektivitas program.

“Langkah nyata sudah kami mulai. Tidak hanya teori, tapi mencakup bantuan pendidikan untuk 11 pelajar, insentif guru ngaji, hingga pelatihan ekonomi kreatif berupa pembuatan keripik labu,” jelas Syarifudin.

Dampak Domino Bagi Ekonomi Lokal
Bupati Bangka, Fery Insani, menyambut optimis peresmian ini. Baginya, Kampung Zakat adalah strategi “jemput bola” untuk menggerakkan roda kesejahteraan masyarakat pedesaan. Program ini diharapkan menciptakan dampak domino, di mana pelatihan keterampilan dan modal usaha bagi warga lokal akan meningkatkan daya beli dan taraf hidup secara berkelanjutan.

Kementerian Agama sendiri menargetkan pembentukan 35 Kampung Zakat di seluruh Indonesia. Dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis potensi lokal, Desa Penyamun diharapkan menjadi bukti nyata bahwa zakat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen ekonomi yang mampu menciptakan kedaulatan desa secara merata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rembuk Stunting Desa Polewali Siapkan Generasi Berkualitas

4 Juni 2026 - 13:56 WIB

PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa

3 Juni 2026 - 08:51 WIB

Demokrasi Setengah Hati pada Pemilihan BPD Desa Tanjungbaru

27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Warga Poto Tagih Transparansi Dana Desa Kabupaten Kupang

24 Mei 2026 - 20:12 WIB

Berburu Sertifikat Lahan Bebas Sengketa lewat PTSL Desa Panggul

22 Mei 2026 - 17:31 WIB

Sepak Bola dan Asa Pemuda di Desa Mubur Anambas

22 Mei 2026 - 13:51 WIB

Trending di DESA