Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 11 Des 2025 17:06 WIB ·

Desa Pakel Sulap Dana Desa Jadi Telur Penumpas Stunting


					Desa Pakel Sulap Dana Desa Jadi Telur Penumpas Stunting Perbesar

Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi, membuktikan bahwa Dana Desa bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen nyata untuk memutus rantai kelaparan dan stunting. Melalui inisiatif “gotong royong protein”, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama TP PKK setempat mengelola peternakan ayam petelur yang hasilnya tidak hanya mempertebal kas desa, tetapi juga dibagikan gratis kepada warga kurang mampu.

Inisiatif ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat melakukan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa). Menurutnya, model bisnis sosial yang dijalankan Desa Pakel adalah prototipe ideal kemandirian pangan lokal.

“Secara ekonomi, desa memiliki sumber penghasilan mandiri. Dari sisi kesehatan, kebutuhan protein warga terpenuhi dengan harga terjangkau dan kualitas telur yang selalu segar setiap hari,” ujar Ipuk, Kamis (11/12/2025).

Ekonomi Berbasis Kepedulian Sosial
Peternakan yang menampung 430 ekor ayam ini mampu memproduksi sekitar 18 hingga 20 kilogram telur per hari, atau setara setengah ton per bulan. Uniknya, meski telur dijual dengan harga kompetitif (Rp25.000–Rp26.000 per kg) untuk menjaga sirkulasi bisnis, aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas.

Kepala Desa Pakel, Mulyadi, mengungkapkan bahwa keuntungan dari penjualan tersebut diputar kembali untuk pelayanan desa. “Dua pekan sekali, produksi telur kami bagikan gratis secara khusus untuk warga kurang mampu dan anak-anak yang terindikasi stunting,” tegasnya.

Realisasi Dana Desa 20 Persen
Keberhasilan Desa Pakel berawal dari alokasi dana desa untuk program ketahanan pangan. Sesuai regulasi, minimal 20 persen dana desa wajib dialokasikan untuk sektor pangan. Camat Licin, Donny Arsilo Sofyan, menjelaskan bahwa setiap desa di wilayahnya didorong untuk mengembangkan potensi yang berbeda, mulai dari kambing hingga hidroponik.

Dengan melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar, proyek ini tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Langkah Desa Pakel ini sejalan dengan ambisi pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional dari level paling dasar: desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dana Desa Situbondo Bermasalah: 16 Desa Terancam Dipolisikan

18 April 2026 - 01:21 WIB

Demokrasi Bantarjaya: Daftar Pemilih BPD Resmi Ditetapkan hari ini

16 April 2026 - 10:58 WIB

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Sengketa Lapak Popoh: Saat Realitas Sosial Beradu Aturan

11 April 2026 - 01:56 WIB

Prestasi vs Preseden: Nasib Desa Sukojati di Ujung Prosedur

11 April 2026 - 00:06 WIB

Lapak Panas Desa Popoh: Sengketa Adat atau Intimidasi?

10 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di DESA