Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 11 Feb 2026 20:52 WIB ·

Desa Jadi Benteng Terakhir Penyelamat 66 Pesut Mahakam


					Deputi PPKL KLH/BPLH Rasio Ridho Sani (kanan) dalam peninjauan ke dua desa yang ditetapkan sebagai desa konservasi pesut mahakam yang berada di wilayah Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Sabtu (7/2/2026) (Image courtesy-KLH) Perbesar

Deputi PPKL KLH/BPLH Rasio Ridho Sani (kanan) dalam peninjauan ke dua desa yang ditetapkan sebagai desa konservasi pesut mahakam yang berada di wilayah Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, Sabtu (7/2/2026) (Image courtesy-KLH)

Balikpapan, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] Pemerintah pusat tidak lagi hanya mengandalkan regulasi di atas kertas untuk menyelamatkan Pesut Mahakam dari kepunahan. Strategi kini bergeser ke tingkat tapak dengan menjadikan warga desa sebagai “polisi habitat” bagi mamalia air tawar yang populasinya kini tersisa kritis, yakni hanya sekitar 66 ekor.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara resmi menetapkan Desa Muhuran (Kecamatan Kota Bangun) dan Desa Sabintulung (Kecamatan Muara Kaman) sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam, Sabtu (7/2/2026). Langkah ini menempatkan masyarakat lokal di garda terdepan untuk menjaga ekosistem Sungai Mahakam yang kini terhimpit aktivitas industri.

Deputi Bidang PPKL KLH, Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa kehadiran pesut bukan sekadar daya tarik wisata, melainkan indikator vital kesehatan sungai. “Pelestarian ini harus kolaboratif. Jika pesut hilang, itu tanda bahwa Sungai Mahakam sedang sakit parah,” ungkapnya mewakili Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq.

Ancaman Tongkang dan Ultimatum Penegakan Hukum
Meski tercatat ada tujuh kelahiran baru dalam setahun terakhir, angka kematian tiga individu menunjukkan bahwa tekanan ekologis—terutama dari lalu lintas tongkang batu bara, limbah perkebunan, dan pertambangan—masih sangat tinggi.

Pemerintah kini bersikap lebih tegas. KLH telah mengeluarkan ultimatum terhadap aktivitas transportasi air yang tidak ramah lingkungan. Akses laporan pengaduan kini dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan perusakan lingkungan yang akan langsung ditindaklanjuti secara hukum.

Desa Sebagai Aktor Kunci Tata Kelola
Penetapan status desa konservasi ini bertujuan agar seluruh aktivitas ekonomi warga, mulai dari perikanan hingga pariwisata, berjalan selaras dengan perlindungan satwa. Desa Muhuran dan Sabintulung menyusul jejak Desa Pela yang telah lebih dulu membuktikan bahwa kemandirian desa bisa berdampingan dengan pelestarian alam.

Selain melindungi pesut, kawasan ini merupakan rumah bagi bekantan dan berang-berang yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Dengan memperkuat tata kelola sampah dan limbah di tingkat desa, pemerintah berharap ancaman kepunahan satu-satunya spesies pesut air tawar di Indonesia ini dapat ditekan secara signifikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.

Ini, Cara Desa Langlang Pangkas Birokrasi Posyandu Lewat Genggaman

7 Agustus 2026 - 20:10 WIB

sigap melati

Ironi Dana Desa Imbanagara Raya Disunat Pusat 2026

7 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di KABAR DESA