Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

JALAN JAJAN · 9 Feb 2025 11:35 WIB ·

Desa Cibitung Wetan Kembangkan Olahan Durian Cakadut untuk Dongkrak Ekonomi Lokal


					<em>Camat Pamijahan Wawan Suryana dan Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin saat menghadiri Festival Durian di Alun-alun Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (8/2/2025). Dalam festival ini, Desa Cibitung Wetan menampilkan Durian Cakadut dan aneka olahan durian hasil produksi warga. </em> Perbesar

Camat Pamijahan Wawan Suryana dan Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin saat menghadiri Festival Durian di Alun-alun Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (8/2/2025). Dalam festival ini, Desa Cibitung Wetan menampilkan Durian Cakadut dan aneka olahan durian hasil produksi warga.

Bogor [DESA MERDEKA] – Desa Cibitung Wetan di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan kemajuan melalui inovasi dan pemberdayaan hasil bumi. Setelah sukses meresmikan alun-alun desa dan meluncurkan Agro Wisata Durian Cakadut, desa ini kembali memperkenalkan terobosan baru melalui produk olahan durian.

Produk-produk seperti Wajik Durian Cakadut, Pancake Durian, dan Dodol Tutu bukanlah sekadar produk biasa. Mereka adalah hasil kreativitas dan keterampilan masyarakat yang tergabung dalam Agro Wisata Durian Cakadut, yang berfokus pada pemanfaatan dan pengembangan durian lokal sebagai produk unggulan desa.

Melimpahnya hasil panen durian dari kebun-kebun warga memberikan peluang besar bagi para pengrajin binaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Cibitung Wetan untuk menciptakan berbagai inovasi baru. Tidak hanya makanan, tetapi juga minuman dan produk turunan lainnya.

Kepala Desa Cibitung Wetan, Kamaludin, menjelaskan bahwa pengembangan Durian Cakadut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi durian lokal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pariwisata desa.

“Kami ingin memastikan bahwa potensi lokal yang ada di desa ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya produk olahan durian ini, harapannya ekonomi masyarakat semakin berkembang dan Desa Cibitung Wetan semakin dikenal sebagai sentra durian berkualitas,” ujar Kamaludin saat ditemui di Stan Festival Durian di Alun-alun Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (8/2/2025).

Ketua Bumdes Desa Cibitung Wetan, Fany Sri Nurul Fahira, berharap Agro Wisata Durian Cakadut dapat menarik perhatian wisatawan dan pecinta kuliner durian.

“Kami berharap tempat ini tidak hanya menjadi tempat menikmati durian segar, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk melihat proses pengolahan durian menjadi berbagai produk menarik,” ungkapnya.

“Bagi yang ingin merasakan pengalaman tersebut, bisa langsung datang ke lokasi atau melakukan pemesanan melalui nomor yang kami sediakan,” tambah Fany.

Inovasi ini, lanjutnya, merupakan wujud nyata dari semangat masyarakat Desa Cibitung Wetan untuk terus bergerak maju. Bumdes bersama pemerintah desa membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang baik, potensi alam dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat sekitar.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sihir Sejarah Ambarawa: Sendratari Babad Fort Willem I Digelar Rutin

18 Januari 2026 - 07:18 WIB

Le Jacques-Cartier: “Hotel Bawah Laut” Prancis Ubah Peta Wisata Indonesia

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Mentawai Bukan Sekadar Ombak: Turis Prancis ‘Sihir’ Siberut

16 Januari 2026 - 20:57 WIB

Stasiun Tuntang: Menghidupkan ‘Roh’ Kolonial Melalui Diplomasi Budaya

16 Januari 2026 - 17:04 WIB

Benteng Pendem Ambarawa: Jejak Kolonial yang Kini Bernafas Budaya

10 Januari 2026 - 10:21 WIB

Lumpia Danish: Dari Satu Kilo Rebung, Kini 3 Kuintal per-Hari

7 Januari 2026 - 04:27 WIB

Trending di JALAN JAJAN