Manado [DESA MERDEKA] – Desa Budo, permata tersembunyi di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, semakin bersinar sebagai destinasi wisata penyangga Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang. Keberhasilan desa ini tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen masyarakat, termasuk pengelola Bumdes Sinar Usaha Budo.
Steviandy Rumonda, Direktur Utama Bumdes Sinar Usaha Budo, mengungkapkan kunci sukses Desa Budo. “Kami menjalin kerja sama erat dengan Politeknik Manado, khususnya Jurusan Pariwisata. Melalui pelatihan yang intensif, pengurus Bumdes dan pemuda desa dibekali keterampilan yang dibutuhkan dalam industri pariwisata, mulai dari komunikasi efektif hingga manajemen destinasi,” ujarnya.
Hutan Mangrove, Kuda Laut Pygmy, dan Perpustakaan Mini
Salah satu daya tarik utama Desa Budo adalah hutan mangrove seluas 30 hektar yang menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna, termasuk kuda laut pygmy yang unik. Selain itu, desa ini juga menawarkan akses mudah ke Taman Laut Bunaken. Untuk menambah nilai edukasi, Desa Budo menyediakan perpustakaan mini bagi pengunjung.

50 Besar ADWI 2022
Prestasi membanggakan diraih Desa Budo dengan masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Penghargaan ini membuktikan bahwa Desa Budo telah berhasil mengembangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan Desa Budo. Melalui pengembangan pariwisata, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.