Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Desa Amol di Kecamatan Miomaffo Timur kini tengah bersiap menjadi lumbung pangan mandiri. Di bawah kepemimpinan Gregorius Talan, desa ini tidak hanya menunggu bantuan, melainkan aktif “menjemput” peluang ekonomi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Merah Putih. Sinergi ini diprediksi akan mengubah wajah ekonomi desa dari sekadar produsen mentah menjadi penyuplai pangan berkualitas.
Optimisme ini terpancar dari kesiapan lahan dan peternakan warga. Dengan sisa dana ketahanan pangan sebesar 120 juta rupiah, Desa Amol kini fokus membangun sentra ayam petelur. Langkah ini diambil agar protein yang disajikan dalam piring anak-anak sekolah nantinya berasal langsung dari kandang milik warga sendiri, bukan dari pemasok luar daerah.
Dari Kandang ke Piring Siswa
Persiapan Desa Amol tergolong komprehensif. Selain fokus pada ayam petelur, potensi sayur-mayur, buah-buahan seperti pisang, ikan, hingga kacang-kacangan lokal telah didata untuk menyokong kebutuhan MBG. Gregorius Talan menegaskan bahwa warga sangat antusias karena program nasional ini memberikan jaminan pasar bagi hasil tani mereka.
“Masyarakat senang karena ini sangat membantu. Selain generasi kita menjadi lebih sehat saat belajar, hasil kebun warga kini punya tujuan pasti,” ujar Gregorius. Hal ini menjadi bukti bahwa kebijakan nasional mampu menggerakkan produktivitas di tingkat akar rumput jika dikelola dengan peta jalan yang jelas.
Koperasi Merah Putih: Markas Baru Ekonomi Desa
Sambil menyiapkan bahan pangan, infrastruktur pendukung berupa gedung Koperasi Merah Putih juga dikebut. Camat Miomaffo Timur, Stefanus Y. Neonbeni, mengungkapkan bahwa Desa Amol menjadi pionir di wilayahnya dengan progres pembangunan fisik mencapai 50 persen.
Gedung yang kini memasuki tahap pemasangan atap ini nantinya akan menjadi pusat operasional para pengurus yang sudah terpilih melalui Musyawarah Desa Khusus. Menariknya, pembangunan ini melibatkan pengawasan ketat dari pemerintah kecamatan hingga pendampingan dari Babinsa untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu.
Kemandirian Berbasis Pendampingan
Meski gedung fisik masih dalam pengerjaan, fondasi organisasi koperasi sudah mapan. Para pengurus telah mendapatkan pembekalan langsung dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Timor Tengah Utara. Mereka kini hanya tinggal menunggu atap gedung terpasang sebelum mulai memutar roda ekonomi melalui unit-unit usaha yang telah disepakati warga.
Kolaborasi apik antara dana desa, semangat swadaya masyarakat, dan pendampingan birokrasi ini menjadikan Desa Amol sebagai prototipe kemandirian pangan di wilayah perbatasan. Jika MBG dan Koperasi Merah Putih berjalan selaras, kemiskinan di Miomaffo Timur bukan lagi masalah yang tak terpecahkan, melainkan tantangan yang sudah ditemukan solusinya.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.