Aceh Utara, Aceh [DESA MERDEKA] – Trauma banjir bandang yang menerjang pada akhir 2025 ternyata tak mampu menenggelamkan semangat demokrasi warga Gampong Langkahan, Aceh Utara. Meski masih dalam fase pemulihan pascabencana, masyarakat setempat tetap teguh melaksanakan Pemilihan Geuchik langsung (Pilchiksung) periode 2026–2031 dengan tingkat partisipasi yang mengejutkan, Selasa (27/1/2026).
Keteguhan ini menjadi bukti bahwa bagi warga Langkahan, memilih pemimpin baru adalah bagian krusial dari strategi pemulihan desa. Dari total 650 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 488 warga rela meluangkan waktu untuk menyalurkan hak suara mereka di tengah kondisi lingkungan yang baru saja dilanda musibah besar.
Kemenangan Samsudin dalam Kompetisi Sehat
Pemilihan ini diikuti oleh empat putra terbaik desa. Berdasarkan hasil penghitungan suara final, Samsudin (nomor urut 1) terpilih sebagai Geuchik baru setelah meraih dukungan terbanyak dengan 188 suara. Di posisi berikutnya, Zainal Abidin (nomor urut 4) membayangi dengan 163 suara, disusul Warsidi (nomor urut 2) dengan 100 suara, dan Muhammad Asri (nomor urut 3) dengan 24 suara.
Ketua Panitia Pemilihan Geuchik (P2G), Pak Wan, menjelaskan bahwa meskipun sempat ada kekhawatiran akibat dampak banjir, seluruh tahapan yang telah disusun jauh hari tetap berjalan sesuai jadwal. “Kerja sama solid antara panitia, aparat, dan tingginya antusiasme warga menjadi kunci suksesnya agenda ini,” ungkapnya.

Restu Muspika dan Keamanan Terjaga
Berjalannya proses demokrasi di tingkat akar rumput ini mendapat pengawalan ketat dari unsur Muspika, termasuk perwakilan Kapolsek dan Danramil Langkahan. Kehadiran aparat keamanan dan pejabat kecamatan memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar tanpa gesekan sosial, meskipun suhu politik di tingkat desa biasanya cukup dinamis.
Dari total suara yang masuk, panitia mencatat terdapat 13 suara yang dinyatakan tidak sah atau rusak. Kini, Samsudin mengemban tugas berat untuk menakhodai Gampong Langkahan selama lima tahun ke depan, terutama dalam menuntaskan agenda rehabilitasi infrastruktur desa yang rusak akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.