Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 5 Jan 2026 18:43 WIB ·

Dapur MBG Al Azhaar: Diplomasi Piring dan Pesan Kerukunan


					Dapur MBG Al Azhaar: Diplomasi Piring dan Pesan Kerukunan Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Setahun sudah dapur sehat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pesantren Al Azhaar Kedungwaru beroperasi. Namun, milad pertama yang dirayakan pada Minggu (4/1/2026) ini mengungkap fakta unik: dapur ini bukan sekadar urusan perut, melainkan menjadi simbol kerukunan antarumat beragama dan keberpihakan pada sekolah marginal.

Di bawah asuhan KH. Imam Mawardi Ridlwan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Pesantren Al Azhaar mengambil langkah berani yang tidak biasa. Alih-alih melayani sekolah negeri besar di dekat gerbang pesantren, mereka justru memprioritaskan sekolah-sekolah kecil di pinggiran yang hanya memiliki 30 siswa.

“Kami memilih berbagi di lembaga yang muridnya sedikit agar manfaatnya lebih terasa merata,” ungkap Abah Imam, sapaan akrab Kyai Imam Mawardi.

Melampaui Sekat Agama
Sudut pandang paling menarik dari dapur ini adalah prinsip inklusivitasnya. Meski berbasis pesantren, SPPG Al Azhaar justru memprioritaskan pelayanan bagi siswa di SMA Katolik Kedungwaru yang berjarak 400 meter dari sana. Sementara itu, SMA negeri yang lokasinya lebih dekat justru tidak masuk dalam jangkauan awal.

Langkah ini diambil demi memupuk rasa kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Hal ini membuktikan bahwa program MBG di tangan pesantren bisa menjadi instrumen dakwah yang sejuk dan jembatan toleransi yang nyata di Tulungagung.

Perjalanan Penuh Nyali
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, yang hadir dalam tasyakuran tersebut mengenang masa-masa sulit di awal tahun 2025. Ia memuji keberanian Kyai Imam yang rela menggunakan dana pribadi (nalangi) demi memastikan program MBG berjalan saat sistem pendanaan belum stabil.

“Kyai Imam memberi semangat kepada para pengusaha untuk tidak takut bergerak. Kini, banyak pengusaha yang awalnya ragu, sudah sukses mengelola dapur MBG sendiri,” kenang Nurhadi.

Hingga saat ini, dapur Al Azhaar telah melayani 3.000 penerima manfaat setelah proses pemerataan. Prestasi ini pun telah diakui secara nasional dengan 15 kali publikasi kreasi menu di media Badan Gizi Nasional (BGN).

Merayakan Kesederhanaan
Perayaan setahun perjalanan ini berlangsung khidmat di Gedung Dakwah Abi KH. M. Ihya Ulumiddin tanpa hiruk-pikuk lomba atau senam massal. Acara hanya diisi dengan doa dan ungkapan syukur kepada para relawan, ahli gizi, serta apresiasi khusus kepada Sebrina Mahardika, kepala SPPG pertama yang membimbing program sejak Desember 2024.

Kini, Yayasan Pendidikan Islam Al Azhaar tidak hanya mengelola satu dapur, tetapi juga menjadi payung hukum bagi berbagai mitra BGN yang ingin mendirikan SPPG baru. Perjalanan satu tahun ini menjadi pengingat bahwa masa depan generasi emas Indonesia dimulai dari piring-piring yang diisi dengan cinta, tanpa membedakan latar belakang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM