Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] — Laut Bonerate menjadi saksi bisu penghormatan para pahlawan bangsa dalam upacara tabur bunga yang digelar penuh khidmat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (17/8/2025).
Dipimpin oleh Danramil 1415-03/Pasimarannu Lettu Inf. Muhammad Rusdy, upacara ini berlangsung dengan sederhana namun sarat makna kebangsaan. Sertu Sudirman bertindak sebagai komandan upacara, sedangkan Bripka Jaharuddin dipercaya sebagai perwira upacara. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat turut memadati dermaga dan perahu-perahu kecil, memanjatkan doa bersama untuk para pahlawan yang gugur di medan juang.
Saat perahu bergerak perlahan, rangkaian bunga merah putih dilepaskan ke permukaan laut. Bunga-bunga itu mengapung, menjadi simbol pengingat akan pengorbanan tak ternilai dari para pejuang. Tindakan ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata rasa terima kasih dan penghormatan mendalam dari generasi penerus.

Dalam sambutannya, Lettu Inf. Muhammad Rusdy menekankan pentingnya meneladani semangat para pahlawan. “Tabur bunga ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan, keberanian, dan persatuan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa TNI dan Polri, bersama seluruh lapisan masyarakat, akan terus bersatu menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan ini menjadi ajang refleksi, mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan yang tiada henti. Semangat rela berkorban dan gotong royong yang telah dicontohkan para pahlawan harus terus diwariskan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, demi mewujudkan cita-cita bangsa.
Berbagai tokoh dan perwakilan masyarakat hadir, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Di antara mereka tampak Camat Pasimarannu Syamsil, Kapolsek Pasimarannu Iptu Hasan, jajaran Koramil dan Polsek, Kepala Desa, BPD, hingga perwakilan pelajar dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan, bukan hanya di masa perang, tapi juga di masa pembangunan.

“Ketika suara rakyat dibungkan, jurnalisme menjadi senjata. Kami hadir bukan hanya untuk melaporkan, tapi untuk mengingatkan bahwa keadilan dimulai dari keberanian menyuarakan kebenaran. Di balik setiap berita, ada tekad untuk menjadikan desa lebih sadar, lebih berdaya, dan benar-benar merdeka.”
HP : 081355523999


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.