Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

PEMERINTAHAN · 24 Okt 2025 07:04 WIB ·

Dana Eks PNPM Malaka Digunakan untuk Makan Bergizi Gratis


					Absalom Baung selaku Kordinator Tenaga ahli P3MD Kabupaten Malaka, (Dok, Faby) Perbesar

Absalom Baung selaku Kordinator Tenaga ahli P3MD Kabupaten Malaka, (Dok, Faby)

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Dana bergulir eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) tahun 2015 senilai total Rp1,963 Miliar yang selama ini mengendap, kini siap diaktifkan kembali. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung program strategis pemerintah pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), serta sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Malaka dalam mewujudkan swasembada pangan dan program ketahanan pangan dari Kementerian Desa.

Dana jumbo ini diketahui terbagi dalam lima rekening Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) di dua bank, yakni Bank NTT dengan saldo Rp1,48 Miliar dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan saldo Rp483 Juta. Selama kurun waktu sepuluh tahun, dana ini tidak bergerak.

Oleh karena itu, sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 15 Tahun 2021, dana eks PNPM-MPd wajib dialihkan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma – LKD). Pendamping desa di Malaka kini diinstruksikan untuk segera memfasilitasi pembentukan kepengurusan dan keabsahan dokumen BUMDesma di setiap kecamatan yang masih memiliki saldo dana UPK.

Kordinator Tenaga Ahli Pendamping Profesional Kabupaten Malaka, Absalom Baung, menegaskan bahwa integrasi dan konektivitas dalam pemanfaatan dana ini sangat penting. “Saya berharap bisa mendukung program nasional yakni makan bergizi gratis dan juga program pemerintah Kabupaten Malaka SBS-HMS (Swasembada Pangan) serta program Kementerian (PDTT) yakni ketahanan pangan,” jelas Absalom Baung di ruang rapat sekretariat TA-TPP Kabupaten Malaka, Selasa (21/10/2025).

Absalom menyebut, dana eks PNPM ini berpotensi menunjang program strategis pemerintah daerah, seperti pengadaan alat pertanian berupa traktor, excavator, bibit, dan pupuk yang akan dikelola oleh setiap BUMDesma.

Saat ini, lima kecamatan di Malaka tercatat masih memiliki saldo mengendap:

  • Kecamatan Malaka Tengah: Rp42 Juta
  • Kecamatan Wewiku: Rp300 Juta
  • Kecamatan Sasitamean: Rp200 Juta
  • Kecamatan Io Kufeu: Rp800 Juta
  • Kecamatan Malaka Timur: Rp400 Juta

“Sisanya tujuh kecamatan rekeningnya kita cek nihil, bahkan sudah tutup rekeningnya,” tambah Absalom.

Ia mewanti-wanti bahwa seluruh proses administrasi keabsahan dokumen BUMDesma harus sejalan dengan Permendes Nomor 15 Tahun 2021 agar terhindar dari masalah hukum di kemudian hari. Selain itu, Absalom berharap jenis usaha yang akan dijalankan harus dikonsepkan secara matang agar mudah dikelola, bermanfaat, dan sejalan dengan program pemerintah daerah, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat wilayah kecamatan tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumbar Minta Pusat Batalkan Pemotongan Anggaran Rp2,6 T

4 Desember 2025 - 21:16 WIB

Wapres Gibran Jamin Pemulihan Cepat Bencana Agam Sumbar

4 Desember 2025 - 14:22 WIB

Kemendes: Logistik Perdesaan Kunci Tekan Ketimpangan Harga

4 Desember 2025 - 13:21 WIB

Menteri ESDM Puji Kecepatan Mahyeldi Tangani Bencana Sumbar

4 Desember 2025 - 10:48 WIB

Korban Jiwa Capai Ratusan, Sumbar Serukan Solidaritas Bencana

4 Desember 2025 - 10:03 WIB

Menko Polhukam Serahkan Bantuan Ratusan Juta di Padang

4 Desember 2025 - 09:37 WIB

Trending di PEMERINTAHAN