Bireuen, Aceh [DESA MERDEKA] – Desa Krueng Baro Mesjid di Kecamatan Peusangan, Bireuen, membuktikan bahwa Dana Desa (DD) bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat. Melalui alokasi program ketahanan pangan, desa ini secara mandiri memfasilitasi kebutuhan dasar petani jelang musim tanam melalui pembagian benih dan pupuk berkualitas.
Langkah ini menjadi strategi cerdas dalam memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak atau harga pasar yang fluktuatif saat musim tanam tiba. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Camat Peusangan, Ibrahim, didampingi Babinsa Koramil 06/Peusangan kepada Kelompok Tani Sarena, Sabtu (03/06/2023).
Fokus pada Produktivitas: Benih Unggul dan Pupuk Tepat Sasaran
Pemerintah Desa Krueng Baro Mesjid menyalurkan 155 kantong benih padi varietas Ciherang, di mana setiap kantong berisi 5 kilogram benih unggul. Tak hanya itu, petani juga mendapatkan dukungan nutrisi tanaman berupa 155 karung pupuk dari tiga jenis berbeda untuk memastikan hasil panen yang maksimal pada Masa Tanam (MT) 2023.
Camat Peusangan, Ibrahim, memberikan peringatan keras namun edukatif kepada para penerima manfaat. Ia menekankan agar bantuan ini benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas padi di sawah.
“Saya mengharapkan seluruh petani harus benar-benar memanfaatkan pupuk untuk padi, bukan untuk rumput sapi atau justru dialihkan ke tanaman sawit,” tegas Ibrahim.
Sinkronisasi Jadwal Tanam dan Harapan Keuchik
Pembagian bantuan ini tidak dilakukan secara asal, melainkan telah disesuaikan dengan jadwal turun ke sawah yang dianjurkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Bireuen melalui Dinas Pertanian setempat. Hal ini bertujuan agar siklus tanam berjalan serentak dan meminimalisir risiko serangan hama.
Keuchik (Kepala Desa) Krueng Mesjid, Mawardi, menyadari bahwa meski bantuan ini terbatas, namun dampaknya sangat besar bagi ketahanan ekonomi warga. “Inilah kontribusi nyata dari desa. Kami berharap petani dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Seluruh warga desa yang tercatat sebagai petani dipastikan akan mendapatkan jatah secara adil. Mawardi pun mengimbau agar masyarakat tetap tertib dan bersabar menunggu giliran panggilan dari perangkat desa yang bertugas di lapangan. Langkah proaktif desa ini diharapkan menjadi role model bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa demi kedaulatan pangan lokal.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.