Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 17 Mar 2026 23:41 WIB ·

Dana Desa Berdaya Rp134 Miliar: Berkah atau Jebakan?


					Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, dengan latar belakang Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat mengunjung salah seorang lansia di Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat lalu (13/3). Perbesar

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, dengan latar belakang Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal saat mengunjung salah seorang lansia di Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat lalu (13/3).

Mataram, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] Kucuran dana segar sebesar Rp134,96 miliar dalam program “Desa Berdaya” milik Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memicu perdebatan panas di ruang publik. Di satu sisi, dana ini adalah napas baru bagi pengentasan kemiskinan ekstrem. Namun di sisi lain, pengamat hukum mencium aroma risiko besar jika uang ratusan miliar tersebut “dihamburkan” tanpa payung hukum yang spesifik.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, memberikan peringatan keras. Baginya, mencantumkan program ini dalam RPJMD atau Perda APBD saja tidak cukup. Ia menuntut adanya Perda khusus sebagai “jaket pelindung” agar distribusi dana Rp300-500 juta per desa tidak berakhir menjadi jeratan tindak pidana korupsi.

Administrasi Kaku vs Transparansi Nyata
“Masak uang mau disebar ke desa-desa tanpa ada pertanggungjawaban dan landasan yuridis yang jelas?” tegas Lalu Wira, Senin (16/3/2026). Kekhawatiran ini beralasan. Tanpa Perda teknis, publik tidak tahu apakah dana tersebut bersifat hibah habis pakai atau modal usaha yang harus dipertanggungjawabkan.

Tanpa aturan main yang detail, program ini berisiko menjadi “bom waktu” bagi para kepala desa. Minimnya sosialisasi makin memperkeruh suasana; masyarakat masih meraba-raba bagaimana teknis penggunaan anggaran jumbo yang memakan 2,41 persen dari total APBD NTB 2026 tersebut.

DPRD NTB: Ini Gebrakan, Bukan Pelanggaran
Di seberang meja, Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya, justru melihat Desa Berdaya sebagai terobosan berani. Politisi Gerindra ini menepis kekhawatiran adanya celah hukum. Menurutnya, keterlibatan legislatif dalam pembahasan RPJMD dan APBD sudah menjadi bukti sah bahwa program ini memiliki restu politik dan hukum yang kuat.

“Ini adalah intervensi nyata untuk kemiskinan ekstrem. Dewan terlibat aktif dan kami setuju langkah strategis Pak Gubernur,” ujar Wirajaya. Saat ini, program tengah menyasar 106 desa miskin ekstrem, dengan 40 desa sebagai pilot proyek yang menjangkau sekitar 19.000 jiwa.

Ujian Nyata di Akhir Tahun
Kini, publik berada di tengah persimpangan antara optimisme pembangunan dan kehati-hatian hukum. Jika Desa Berdaya sukses, ia akan menjadi legacy emas pemerintahan Iqbal-Dinda. Namun, jika peringatan akademisi diabaikan dan tata kelola keuangan meleset, program mulia ini bisa berubah menjadi beban hukum yang berat bagi banyak pihak.

Efektivitas penurunan kemiskinan ekstrem melalui Desa Berdaya baru akan terlihat pada evaluasi akhir tahun nanti. Pertanyaannya tetap satu: mampukah sistem yang ada saat ini menjaga uang rakyat tetap aman sekaligus tepat sasaran?

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di KABAR PEMDA