Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 8 Jan 2026 17:21 WIB ·

Dana Desa Anjlok, Desa Pakubalaho Tetap Prioritaskan Ketahanan Pangan


					Dana Desa Anjlok, Desa Pakubalaho Tetap Prioritaskan Ketahanan Pangan Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Di tengah tantangan finansial yang cukup berat, Pemerintah Desa Pakubalaho, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, mengambil langkah berani untuk tidak memangkas program dasar masyarakat. Meski alokasi Dana Desa (DD) tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam, pemerintah desa tetap memasukkan program ketahanan pangan dalam rencana kerja sebagai prioritas utama.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Kepala Desa Pakubalaho, Ardiansyah, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan kebutuhan mendesak yang menyentuh langsung perut masyarakat. Ia memilih untuk tetap “bertarung” menjalankan program ini dengan melakukan penyesuaian strategi pada pagu anggaran yang tersedia.

Fokus pada Tanaman Produktif dan Keberlanjutan
Alih-alih menyebar anggaran pada banyak kegiatan kecil yang tidak berdampak, Ardiansyah memfokuskan dana yang terbatas pada investasi jangka panjang. Program yang disusun meliputi pengadaan bibit tanaman produktif, khususnya kelapa dan kakao, serta penyediaan pupuk bagi para petani.

“Program ini kami nilai mampu mendukung usaha warga yang sifatnya jangka panjang. Meskipun dana berkurang, ketahanan pangan tetap menjadi fondasi penting bagi ekonomi desa kami,” ujar Ardiansyah.

Pemilihan komoditas kelapa dan kakao dipandang sebagai langkah cerdas karena kedua tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok dengan karakteristik lahan di wilayah Bontotiro. Hal ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi warga di masa depan saat bantuan langsung dari pemerintah mungkin tidak lagi tersedia.

Efisiensi Skala Pelaksanaan
Keterbatasan anggaran memang berdampak langsung pada skala pelaksanaan. Ardiansyah mengakui bahwa jumlah bibit dan cakupan masyarakat yang menerima manfaat tidak akan seluas tahun-tahun sebelumnya. Namun, pemerintah desa berkomitmen melakukan seleksi yang lebih ketat dan transparan agar bantuan tetap jatuh ke tangan yang paling membutuhkan.

Langkah efisiensi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan manusia. Dengan memaksimalkan setiap rupiah yang ada, Desa Pakubalaho mencoba membuktikan bahwa kreativitas manajerial seorang kepala desa diuji justru saat anggaran sedang tidak baik-baik saja.

Komitmen ini diharapkan menjadi stimulus bagi warga untuk tetap produktif mengolah lahan mereka secara mandiri, meskipun bantuan pemerintah desa dilakukan dengan skala yang terbatas. Fokus pada sektor perkebunan diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Proyek Fisik, Toyomarto Alokasikan Dana Desa Berbasis Bukti

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Aparatur Baru Sumber Jaya Pacu Akselerasi Pembangunan Desa

20 Juli 2026 - 20:03 WIB

Tiga BUMDesa Sragen Raih Penghargaan Samsat Budiman

20 Juli 2026 - 14:18 WIB

Penyerahan Piagam Penghargaan Transaksi Samsat Budiman dan Pemenang Hadiah Pajak Kendaraan

Ngadipiro Kepung Masalah Stunting Hingga Rumah Sehat

16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Asa Ketahanan Pangan dari Revitalisasi Embung Lowokjati

16 Juli 2026 - 14:27 WIB

Revitalisasi Embung Lowokjati

Desa Wisata Guranjhil Gandeng PNP Garap Promosi Bilingual

15 Juli 2026 - 13:42 WIB

Trending di DESA