Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan manuver besar untuk mentransformasi wajah pedesaan menjadi destinasi kelas dunia. Dengan ambisi mendatangkan 1,2 juta wisatawan pada tahun 2025, Pemkab Cirebon resmi menetapkan 60 desa sebagai Desa Wisata, didukung dengan suntikan modal dan program beasiswa khusus bagi pengelola wisata lokal.
Langkah strategis ini bukan sekadar mengejar angka kunjungan, melainkan upaya konkret meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan ekonomi kerakyatan. Salah satu bintang baru yang muncul adalah Desa Kubangdeleg di Kecamatan Karangwareng, yang baru saja meresmikan Taman Wisata Pawana sebagai magnet wisata di wilayah timur Cirebon.
Suntikan Rp200 Juta dan Beasiswa Pariwisata
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, menegaskan bahwa keseriusan pemerintah ditunjukkan melalui dukungan finansial dan peningkatan kapasitas SDM. Setiap Desa Wisata yang terpilih akan mendapatkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp200 juta.
Menariknya, Pemkab Cirebon tidak hanya memberikan uang tunai. Disbudpar menggandeng berbagai universitas lokal untuk menyekolahkan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam program manajemen pariwisata.
“Target kami tahun 2025 ada kenaikan kunjungan sebesar 15-20 persen dari capaian satu juta wisatawan di tahun sebelumnya. Selain dana, kita membekali Pokdarwis dengan pendidikan formal agar mereka mampu mengelola destinasi secara profesional,” ujar Syafrudin saat meresmikan Taman Wisata Pawana, Minggu (23/2/2025).
Kubangdeleg: Dari Lahan Desa ke Kawasan Wisata 18 Hektare
Optimisme serupa datang dari tingkat akar rumput. Kuwu (Kepala Desa) Kubangdeleg, Rukanda, memproyeksikan desanya akan menjadi sentra rekreasi keluarga yang mandiri melalui peran BUMDes. Meski baru memanfaatkan setengah hektare lahan di tahap awal, Desa Kubangdeleg sebenarnya memiliki cadangan lahan hingga 18 hektare untuk pengembangan jangka panjang.
“Saat ini sudah tersedia kolam renang anak dan dewasa serta fasilitas terapi. Rencana besar kami adalah mengubah sisa lahan menjadi kawasan wisata petik buah,” jelas Rukanda.
Model pengembangan Desa Wisata di Cirebon ini menunjukkan pergeseran strategi pariwisata, dari yang sebelumnya berpusat di perkotaan menjadi tersebar di pelosok desa. Dengan sinergi antara modal pemerintah, bimbingan akademisi, dan inovasi BUMDes, Cirebon optimis dapat menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung baru ekonomi daerah.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.