Aceh Besar, Aceh [DESA MERDEKA] – Sebanyak 16 perempuan tangguh resmi memegang kendali atas masa depan generasi emas di Kecamatan Seulimuem. Pada Senin (26/1), mereka tidak hanya dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) gampong, tetapi juga dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Gampong. Peran ganda ini menempatkan mereka sebagai sosok sentral dalam misi besar pemerintah: memerangi stunting dan memutus rantai kemiskinan dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Evi Maidasari, SE, Ketua TP-PKK Kecamatan Seulimuem, memimpin langsung prosesi khidmat di Aula UDKP Kantor Camat Seulimuem. Pelantikan ini mencakup 16 gampong, mulai dari Alue Gintong hingga Lampanah, yang kini memiliki nakhoda baru untuk menggerakkan roda organisasi sosial di akar rumput.
Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Misi Kemanusiaan
Wakil Ketua I TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag, menegaskan bahwa posisi ini adalah “amanah langit” yang harus dijalankan dengan hati. Di tengah tantangan kesehatan yang mendesak, Bunda PAUD diharapkan menjadi tameng utama terhadap ancaman stunting melalui penguatan gizi anak dan edukasi pola asuh.
“Bunda PAUD adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi emas. Pastikan anak-anak kita mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas,” tegas Nurul Fazli. Selain fokus pada tumbuh kembang anak, PKK didorong untuk menjadi “agen perubahan sosial” yang mampu menghidupkan ekonomi desa melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Strategi 25 Persen: Menjaga Kesinambungan
Satu arahan yang cukup progresif dalam pelantikan ini adalah imbauan untuk tidak merombak total struktur pengurus lama. Nurul Fazli menyarankan agar minimal 25 persen pengurus lama tetap dipertahankan. Strategi ini diambil untuk menjaga efektivitas kerja dan memastikan program-program strategis yang sudah berjalan tidak terhenti akibat transisi kepemimpinan.
PKK: Motor Penggerak di Balik Layar
Camat Seulimuem, Devi Satria, SE, memberikan pengakuan menarik terkait dominasi peran perempuan dalam pembangunan kecamatan. Ia menyebutkan bahwa aktivitas di level gampong dan kecamatan justru lebih banyak digerakkan oleh kaum ibu daripada birokrasi laki-laki.
“Ternyata kegiatannya lebih banyak ibu-ibu. Bapak-bapak biasanya tinggal ACC (menyetujui) saja,” kelakar Devi yang disambut tawa hadirin. Namun, di balik candaan tersebut, terselip pesan serius bahwa dukungan para keuchik (kepala desa) dan aparatur gampong sangat krusial agar program PKK dan Bunda PAUD tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata yang berkelanjutan.
Dengan pengukuhan ini, 16 gampong di Seulimuem kini memiliki “ibu” yang bertugas memandu keluarga menuju kesejahteraan dan memastikan setiap anak Aceh Besar tumbuh sehat tanpa bayang-bayang kegagalan gizi.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.