Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 8 Jan 2026 16:15 WIB ·

BUMDes Natuna Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nasional


					Wakil Bupati Natuna Jarmin hadir dalam panen raya padi di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Rabu (7/1/2026). Foto: Diskominfo Natuna Perbesar

Wakil Bupati Natuna Jarmin hadir dalam panen raya padi di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Rabu (7/1/2026). Foto: Diskominfo Natuna

Natuna, Kepulauan Riau [DESA MERDEKA] Di tengah tantangan geografis wilayah perbatasan, Desa Sebadai Ulu membuktikan bahwa kedaulatan negara bisa dimulai dari sepiring nasi. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bedung Lestari, desa di Kecamatan Bunguran Timur Laut ini sukses menggelar panen raya padi di lahan seluas dua hektare pada Rabu (7/1/2026).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan manifestasi nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Kehadiran Wakil Bupati Natuna, Jarmin, di tengah sawah warga mempertegas bahwa desa adalah mesin utama pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Tradisional Namun Bertenaga
Meski masih menggunakan metode pembukaan lahan tradisional yang memakan biaya besar, petani di Sebadai Ulu berhasil memproduksi empat ton Gabah Kering Panen (GKP). Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, menyoroti bahwa potensi di wilayahnya masih sangat luas.

“Masih ada sekitar 20 hektare lahan yang siap dikelola kelompok tani. Namun, kami butuh dukungan alat mesin pertanian (alsintan) dan sistem irigasi yang mumpuni, mengingat wilayah ini rawan banjir saat musim penghujan,” lapor Tarmizi.

Komitmen Intervensi Pemerintah
Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Bupati Natuna, Jarmin, memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Intervensi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan terus dikucurkan, mulai dari distribusi pupuk gratis hingga pengadaan traktor.

“Pemerintah akan memastikan setiap bantuan tepat sasaran. Ketahanan pangan adalah kunci kesejahteraan petani. Jika desa kuat secara pangan, maka Natuna dan Indonesia pun akan kuat,” ujar Jarmin.

Rapor Hijau Pertanian Natuna 2025
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Natuna, Wan Sazali, memaparkan data yang cukup impresif sepanjang tahun 2025. Tercatat ada penambahan luas tanam sebesar 102,25 hektare dengan total produksi mencapai 194,29 ton gabah.

Untuk mempercepat modernisasi, saat ini pemerintah tengah menggencarkan program Cek Petani dan Cek Lahan (CPCL) yang diinisiasi Kementerian Pertanian RI. Pendataan ini bertujuan agar penyaluran bantuan di masa mendatang lebih akurat dan berbasis data riil di lapangan. Sinergi antara semangat lokal BUMDes dan dukungan pusat diharapkan mampu mengubah wajah pertanian di beranda depan NKRI ini menjadi lebih modern dan mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siltap Minim, Perangkat Desa Banyuwangi Pilih Jadi Kuli Bangunan

21 Januari 2026 - 09:29 WIB

Merti Desa Baledono: Wayang Kulit hingga Digitalisasi Ekonomi Kreatif

21 Januari 2026 - 06:17 WIB

Wajah Baru Desa Pojok: Membangun Manusia Bukan Sekadar Semen

21 Januari 2026 - 04:19 WIB

Siasat Desa Cimenteng Jaya Lawan Pemangkasan Anggaran Lewat Musrenbangdes

21 Januari 2026 - 04:05 WIB

Dana Desa Kotim Dipangkas, Saatnya Desa Berhenti Bergantung Pusat

21 Januari 2026 - 03:38 WIB

Dana Desa Disunat, Desa di Purbalingga Dipaksa Mandiri

21 Januari 2026 - 03:24 WIB

Trending di DESA