Bireuen, Aceh [DESA MERDEKA] – Di saat banyak desa masih bergantung pada bantuan sosial pemerintah pusat, Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, menunjukkan cara berdikari yang inspiratif. Memanfaatkan keuntungan murni dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rahmat Sejahtera, pemerintah desa membagikan 371 paket Ramadan kepada seluruh kepala keluarga tanpa terkecuali pada Rabu (26/2/2025).
Langkah ini dianggap sebagai terobosan “ekonomi kerakyatan nyata” di tingkat akar rumput. Berlokasi di toko kelontong milik BUMDes setempat, Keuchik Bale Panah, Teungku Muntazar, memimpin langsung pembagian paket yang berisi sirup merah, gula pasir, dan minyak goreng tersebut.
Bukan Sekadar Bansos, Tapi Hak Milik Rakyat
Sudut pandang menarik muncul dari kebijakan distribusi ini. Berbeda dengan bantuan sosial (bansos) pada umumnya yang memiliki kriteria kemiskinan tertentu, paket Ramadan ini diberikan kepada seluruh warga, baik yang mampu maupun kurang mampu.
Teungku Muntazar, yang juga merupakan alumnus Jurusan Ekonomi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada prinsip kepemilikan kolektif. Karena modal BUMDes berasal dari kekayaan desa, maka keuntungan yang dihasilkan adalah hak setiap warga.
“BUMDes adalah milik seluruh rakyat gampong. Maka, ketika ada keuntungan, semua warga harus mendapatkan hak yang sama secara merata,” ujar Muntazar. Hal ini menunjukkan kedewasaan tata kelola desa dalam menerapkan prinsip keadilan sosial.
Solusi Cerdas di Tengah Lemahnya Daya Beli
Paket Ramadan ini hadir sebagai “bantalan ekonomi” lokal di tengah tantangan inflasi dan melemahnya daya beli masyarakat menjelang bulan suci 1446 Hijriah. Kehadiran unit usaha seperti toko kelontong BUMDes terbukti efektif menjadi motor penggerak ekonomi desa yang hasilnya kembali lagi ke kantong warga dalam bentuk natura.
Penyerahan bantuan yang dilakukan di teras toko BUMDes ini turut disaksikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur pemerintah desa setempat. Suasana akrab dan gotong royong sangat terasa, menandakan bahwa transparansi pengelolaan dana desa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perangkatnya.
Model keberhasilan Gampong Bale Panah ini menjadi sinyal kuat bagi desa-desa lain di Aceh dan Indonesia. Bahwa dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, BUMDes bukan sekadar papan nama, melainkan mesin kesejahteraan yang mampu meringankan beban dapur warga secara mandiri dan berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.