Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 17 Jan 2026 10:51 WIB ·

Bukan Sekadar Tulang Rusuk, Perempuan Desa Kini Tulang Punggung Ekonomi


					Bukan Sekadar Tulang Rusuk, Perempuan Desa Kini Tulang Punggung Ekonomi Perbesar

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Paradigma lama yang menempatkan perempuan desa hanya sebagai pendukung urusan domestik kini resmi bergeser. Dalam puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, melontarkan pernyataan tajam: perempuan desa telah berevolusi menjadi tulang punggung keluarga sekaligus mesin penggerak ekonomi nasional.

Pergeseran ini bukan tanpa alasan. Dengan komposisi penduduk yang mencapai hampir 50 persen, perempuan desa memiliki potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. “Banyak perempuan hari ini bukan hanya menjadi tulang rusuk, tetapi juga tulang punggung keluarga,” tegas Veronica Tan (16/1/2026). Ia meyakini bahwa ketika perempuan desa diberi akses dan ruang gerak, ketahanan desa akan meningkat secara signifikan.

Sinergi Kebun Pangan dan Makan Bergizi Gratis
Salah satu terobosan konkret yang didorong adalah integrasi Program Kebun Pangan Lokal dengan inisiatif nasional lainnya. Kebun yang dikelola perempuan desa kini diproyeksikan menjadi rantai pasok utama bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Pertanian dalam hal pembibitan serta Koperasi Desa Merah Putih untuk menjamin pemasaran hasil tani. Dengan model ini, petani perempuan tidak hanya memproduksi pangan untuk konsumsi pribadi, tetapi menjadi pelaku usaha yang memasok kebutuhan nutrisi anak sekolah di wilayah mereka sendiri.

Deklarasi Boyolali: Desa sebagai Subjek Pembangunan
Senada dengan penguatan peran perempuan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memimpin pembacaan “Deklarasi Boyolali”. Deklarasi ini menekankan bahwa desa bukan lagi sekadar penyedia bahan baku bagi kota, melainkan pelaku utama dalam mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden terkait pemerataan ekonomi.

Terdapat tiga poin utama dalam Deklarasi Boyolali:

  • Pemerataan Ekonomi: Komitmen membangun dari bawah untuk memberantas kemiskinan.
  • Swasembada & MBG: Penguatan BUM Desa dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi.
  • Masyarakat sebagai Aktor: Penegasan bahwa warga desa adalah pemimpin pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Sinergi antara pemberdayaan perempuan dan penguatan institusi desa seperti BUM Desa diharapkan mampu menciptakan kemandirian komunitas. Pesan kuat yang dibawa dari Boyolali sangat jelas: Desa yang kuat dimulai dari perempuan yang berdaya. Jika perempuan di pelosok negeri mampu mandiri secara ekonomi, maka fondasi negara pun akan semakin kokoh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mencetak Generasi Kritis: Investasi Karakter dari Akar Rumput

10 Mei 2026 - 21:25 WIB

Hardiknas di Wonosalam: Saat Aparat Patungan Demi Sepatu Siswa

7 Mei 2026 - 21:24 WIB

Rumus Kepercayaan Anies Baswedan: Senjata Pemuda Membangun Desa

7 Mei 2026 - 13:03 WIB

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Trending di PENDIDIKAN