Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 5 Jan 2026 11:08 WIB ·

Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Jati Hidupkan Ekonomi Warga


					Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Jati Hidupkan Ekonomi Warga Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat mulai bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, membuktikan bahwa kebijakan ini tidak hanya fokus pada kesehatan anak, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran.

Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa ekosistem MBG harus menjadi panggung bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Ia menyoroti bagaimana operasional dapur di SPPG Jati mampu menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.

“Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari warga Kelurahan Jati sendiri. Program ini tidak boleh hanya soal gizi, tapi harus berdampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Muhidi saat menghadiri peresmian fasilitas tersebut, Minggu (4/1/2026).

Target 1.000 Porsi dan Ekspansi Sekolah
SPPG Jati dijadwalkan memulai operasional perdananya pada 8 Januari 2026. Pada fase awal, dapur ini akan memproduksi lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Distribusi akan menyasar delapan sekolah di wilayah sekitar, dengan rata-rata pasokan lebih dari 260 porsi per sekolah.

Jumlah ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi sarana pendukung dan kesiapan sistem distribusi. Ke depannya, keterlibatan rantai pasok dari petani dan peternak lokal diharapkan semakin kuat guna menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku yang transparan dan berkualitas.

Investasi Jangka Panjang Menuju 2045
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI, Muslim M. Yatim, yang meresmikan fasilitas ini menyebutkan bahwa Indonesia sedang mengikuti jejak sukses negara maju seperti Jepang dan Brasil dalam mengelola gizi nasional. Menurutnya, konsistensi program ini adalah syarat mutlak mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Muhidi memastikan bahwa DPRD akan terus mengawal agar pelaksanaan MBG berjalan optimal, tepat sasaran, dan bebas dari kendala birokrasi yang menghambat. Dengan keterlibatan warga yang dominan dalam operasional dapur, program ini diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat kelurahan sekaligus mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM