Samarinda, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026, insan pers di Kalimantan Timur melakukan manuver tidak biasa. Alih-alih hanya menggelar seremonial, para jurnalis di “Bumi Etam” justru menginisiasi Temu Bisnis Sumur Migas Tua. Langkah ini diambil untuk membongkar keraguan pengusaha lokal dan BUMDes dalam mengelola ratusan sumur migas yang saat ini terbengkalai (idle).
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari 2026 di Gedung Olah Bebaya Kompleks kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda. Tujuannya jelas: mempertemukan regulasi pemerintah dengan keberanian modal lokal agar kekayaan energi di desa-desa tidak menjadi aset mati.
Menjemput Rezeki di Sumur Tak Terpakai
Penanggung jawab kegiatan, Charles Siahaan, mengungkapkan bahwa ada potensi ekonomi luar biasa dari ratusan sumur tua yang selama ini dianggap beban. Padahal, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, pintu sudah terbuka lebar bagi koperasi, UMKM, hingga BUMDes untuk menjadi pemain utama di sektor ini.
“Regulasinya sudah jelas, namun pengusaha lokal kita masih banyak yang ragu. Di sinilah pers mengambil peran sebagai edukator dan fasilitator bisnis,” ujar Charles, Rabu (28/1/2026).
Forum ini akan menjawab pertanyaan krusial mengenai mekanisme teknis, birokrasi perizinan, hingga kalkulasi modal yang dibutuhkan untuk mengelola sumur migas tua secara legal dan menguntungkan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekonomi Desa
Inisiatif pers ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltim, SKK Migas, dan Pertamina. Sederet narasumber kelas berat pun dihadirkan untuk memberikan kepastian hukum dan teknis, di antaranya:
- Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.
- Manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
- Andang Bachtiar (Pakar Geologi).
- Praktisi Pengelola Sumur Tua dari Cepu yang telah sukses membuktikan profitabilitas sektor ini.
Pers Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gerakan ini menegaskan pergeseran peran pers di era modern. Tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, pers kini aktif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memfasilitasi keterlibatan pengusaha lokal di sektor migas, pers membantu pemerintah mempercepat kemandirian energi dari tingkat desa.
“Ini adalah kontribusi nyata kami. Kami ingin kebijakan pemerintah benar-benar sampai ke tangan pelaku usaha daerah agar ekonomi di desa-desa bergerak lebih cepat,” pungkas Charles.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.