NGADA – Di tengah upaya masyarakat Desa Tado, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, untuk bangkit dari dampak bencana, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdiaan kepada Masyarakat) Universitas Jember (UNEJ) kembali menunjukkan kepeduliannya. Melalui Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LPPM UNEJ (7/9/2026)
, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada masyarakat Desa Tado berupa kebutuhan khusus perempuan dan mesin pompa air.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian UNEJ terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus perhatian terhadap kelompok yang memiliki kebutuhan spesifik dalam situasi kebencanaan. Kebutuhan perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam bantuan karena kondisi darurat sering kali membuat perempuan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.
Selain kebutuhan perempuan, mesin pompa air menjadi bantuan strategis bagi masyarakat Desa Tado. Ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan kebutuhan rumah tangga, tetapi menyangkut kesehatan, kebersihan, sanitasi, keamanan, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Air Bersih, Kebutuhan Penting bagi Perempuan
Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan sering memiliki peran besar dalam memastikan ketersediaan air untuk keluarga, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga menjaga kebersihan anggota keluarga. Ketika akses air bersih terganggu akibat bencana, beban tersebut dapat menjadi semakin berat.
Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kebutuhan kesehatan dan kebersihan perempuan, termasuk kebutuhan terkait kebersihan menstruasi. Ketersediaan air yang cukup dan aman menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi, privasi, dan martabat perempuan, terutama ketika mereka berada dalam kondisi darurat.
Karena itu, dukungan berupa mesin pompa air memiliki arti yang lebih luas. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat mendapatkan air, tetapi juga mengurangi beban perempuan dalam memenuhi kebutuhan air keluarga.
Kepala LPPM Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa penanganan bencana perlu melihat kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, termasuk kebutuhan kelompok perempuan.
“Dalam situasi kebencanaan, pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas. Air bersih adalah kebutuhan yang sangat fundamental, dan perempuan memiliki kebutuhan spesifik yang harus mendapatkan perhatian. Karena itu, bantuan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus meringankan beban masyarakat, khususnya perempuan di Desa Tado,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran LPPM UNEJ diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim PLHK LPPM UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., mengatakan bahwa bantuan yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
“Kami tidak ingin bantuan berhenti pada pemberian barang, tetapi harus menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Kebutuhan perempuan dan akses terhadap air bersih merupakan dua hal yang sangat penting dalam kondisi pascabencana. Mesin pompa air ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air dengan lebih mudah dan pada saat yang sama mengurangi beban perempuan yang selama ini banyak berperan dalam pemenuhan kebutuhan air keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi prinsip penting dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PLHK LPPM UNEJ. Perspektif gender juga perlu menjadi bagian dari respons kebencanaan agar bantuan dapat menjangkau kebutuhan seluruh kelompok masyarakat secara adil.
Penyaluran bantuan kepada masyarakat Desa Tado, Kecamatan Riung sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan infrastruktur, tetapi juga dengan pemulihan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Akses terhadap air bersih dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan dan sanitasi, sementara perhatian terhadap kebutuhan perempuan dapat memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana berlangsung secara lebih inklusif.
Melalui bantuan tersebut, LPPM UNEJ berharap masyarakat Desa Tado dapat segera memperoleh kembali akses terhadap kebutuhan dasar dan menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.
Bagi Tim PLHK LPPM UNEJ, bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang. Air yang mengalir adalah bagian dari pemulihan pascabencana, sementara perhatian terhadap perempuan adalah bagian dari memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam proses bangkit dari bencana.

Saya seorang pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, sekaligus sebagai koordinator divisi advokasi Pusat Studi Gender Universitas Jember dan anggota divisi kebencanaan Pusat Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas. Jember. Saat ini saya sedang mengembangkan diri sebagai bagian dari jurnalis warga.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.