Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 15 Jan 2026 10:43 WIB ·

Bukan Objek Lagi, Desa Kini Jadi Fondasi Utama Bangsa


					Bukan Objek Lagi, Desa Kini Jadi Fondasi Utama Bangsa Perbesar

Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah [DESA MERDEKA] – Paradigma pembangunan Indonesia telah bergeser secara radikal. Desa tidak lagi dipandang sebagai objek pasif pembangunan, melainkan motor penggerak kedaulatan negara. Hal ini ditegaskan dalam peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 tingkat Kabupaten Banggai Kepulauan yang berpusat di Desa Ambelang, Kamis (15/1/2026).

Momen khidmat ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024, yang menempatkan desa sebagai garda terdepan menuju Indonesia Mandiri. Mewakili Bupati Banggai Kepulauan, Asisten III Administrasi Umum Setda, Tommy Boy Luasusun, SH., M.A.P., menyampaikan bahwa transformasi desa adalah harga mati untuk menjawab tantangan global.

Tiga Pilar Transformasi Desa di Era Digital
Dalam sambutannya, Tommy menguraikan tiga strategi “pendobrak” yang harus segera diimplementasikan oleh seluruh pemerintah desa di Banggai Kepulauan:

1. Digitalisasi di Tangan Pemuda Masa depan desa berada pada kedaulatan teknologi. Pemuda desa didorong menjadi pelopor yang memanfaatkan teknologi tepat guna dan digitalisasi untuk memangkas jarak antara potensi lokal dengan pasar global. Pemuda bukan lagi penonton, melainkan manajer inovasi di tanah kelahirannya sendiri.

2. BUMDes sebagai “Mesin” Ekonomi Kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar wacana. Optimalisasi potensi pertanian dan pariwisata wajib dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Targetnya jelas: menciptakan sumber pendapatan asli desa yang mampu menyejahterakan warga secara langsung tanpa ketergantungan penuh pada dana pusat.

3. Transparansi Berbasis Gotong Royong Integritas adalah mata uang termahal dalam tata kelola pemerintahan. Pembangunan desa harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan pengelolaan anggaran yang transparan. Tanpa kepercayaan warga, transformasi desa mustahil terwujud.

Menuju Indonesia Emas 2045
Tema Hardesnas 2026, “Bangun Desa, Bangun Indonesia – Desa Terdepan untuk Indonesia”, menjadi alarm pengingat bahwa membangun desa berarti membangun masa depan bangsa. Peringatan ini tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga aksi nyata melalui jalan sehat dan bakti sosial yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari lembaga adat hingga pendamping desa.

Tommy Boy Luasusun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik. “Membangun desa adalah membangun masa depan bangsa. Mari berkolaborasi demi kemajuan bersama menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Peringatan Hardesnas di Desa Ambelang ini menjadi bukti komitmen Kabupaten Banggai Kepulauan untuk mencetak desa-desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mandiri secara mental dan ekonomi. Desa yang kuat akan melahirkan Indonesia yang hebat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Nestapa di Koto Sani: Bibit Nila Diberi Pakan Lele

11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Trending di KABAR PEMDA