Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 10 Apr 2026 23:22 WIB ·

Bukan Harta, Rahasia Haji Buhari Nikahi Gadis 18 Tahun


					Bukan Harta, Rahasia Haji Buhari Nikahi Gadis 18 Tahun Perbesar

Luwu, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Desa Batulappa, Kabupaten Luwu, mendadak jadi sorotan nasional setelah pernikahan Haji Buhari (71) dengan Tiara (18) viral di media sosial. Di balik kehebohan beda usia 53 tahun ini, terselip cerita menarik tentang pengelolaan harta petani sukses di desa yang menepis tudingan miring publik mengenai motif ekonomi semata.

Kepala Desa Batulappa, Muhammad Arsad, mengonfirmasi bahwa meski Haji Buhari adalah “tuan tanah” dengan kebun kakao dan cengkeh yang luas, seluruh hartanya ternyata sudah dihibahkan kepada lima anaknya sebelum akad nikah berlangsung. Hal ini dilakukan guna menjaga transparansi keluarga dan membuktikan bahwa pernikahan ini tidak berlandaskan penguasaan aset.

Hibah Tanah Sebelum Akad Nikah
Arsad menjelaskan, proses pembagian harta tersebut merupakan inisiatif keluarga. “Ada anaknya yang datang menyampaikan rencana pembagian harta. Saya bilang tidak masalah, bisa dibuatkan hibah,” ungkapnya. Langkah ini menjadi indikator kuat bahwa pernikahan dengan gadis yang baru lulus SMA tersebut bukan soal perebutan warisan.

Mengenai nilai materi di hari pernikahan, uang panai yang disepakati tergolong wajar bagi tokoh setempat, yakni sekitar Rp50 juta. Jumlah ini jauh dari angka miliaran yang seringkali dikaitkan dengan pernikahan beda generasi di wilayah Sulawesi Selatan.

Tradisi Mappacci yang Tetap Meriah
Resepsi pernikahan yang digelar pada Minggu (5/4/2026) berlangsung sangat meriah. Warga setempat, Irwansyah, menyebutkan bahwa seluruh rangkaian adat, mulai dari Mappacci hingga resepsi malam hari, dipadati tamu undangan. Fenomena ini menunjukkan dukungan sosial dari kerabat dan warga desa tetap kuat meski usia mempelai terpaut jauh.

Kisah dari pelosok Luwu ini memberikan perspektif baru: bahwa di tingkat desa, keterbukaan administrasi harta melalui perangkat desa mampu meredam spekulasi negatif. Haji Buhari tetap menjadi figur petani cengkeh yang dihormati, sementara Tiara memulai hidup baru pasca-kelulusan SMA-nya dalam balutan tradisi desa yang kental.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD