Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 19 Jan 2026 09:44 WIB ·

Bukan Cuma Wisata, Desa Kaliwedi Sragen Juara Nasional Pangan


					Bukan Cuma Wisata, Desa Kaliwedi Sragen Juara Nasional Pangan Perbesar

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di saat banyak desa berlomba-lomba mengubah diri menjadi destinasi wisata demi mendongkrak popularitas, Desa Kaliwedi di Kecamatan Gondang, Sragen, memilih jalan sunyi yang lebih fundamental: Ketahanan Pangan. Pilihan ini terbukti jitu. Desa ini baru saja dinobatkan sebagai Juara I Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa Tingkat Nasional 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, kepada Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, di Boyolali, Kamis (15/1/2026). Prestasi ini bukan sekadar piala, melainkan validasi bahwa kemandirian desa bisa dicapai melalui piring makan warganya.

Membaca Peluang dari Program Makan Bergizi Gratis
Sudut pandang Daryono dalam mengelola desa tergolong out of the box. Ia tidak terjebak pada pakem bahwa potensi desa harus selalu berupa budaya atau situs bersejarah. Baginya, potensi desa adalah apa pun yang dibutuhkan pasar.

“Potensi desa tidak selalu harus budaya. Usaha yang sesuai kebutuhan pasar justru memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Daryono. Ia jeli melihat peluang besar dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur, sayur, dan buah dalam skala masif.

Saat ini, melalui BUMDes, Kaliwedi mengelola 1.200 ekor ayam petelur. Pada tahun 2026, populasi ini diproyeksikan melonjak hingga 3.500 ekor dengan dukungan Dana Desa sebesar Rp371 juta. Selain telur, lahan BUMDes seluas dua hektare juga disulap menjadi kebun bayam, sawi, kangkung, cabai, hingga tomat dengan modal yang relatif minim, sekitar Rp15–20 juta.

BUMDes sebagai Mesin Penetas Kesejahteraan
Kunci sukses Kaliwedi terletak pada integrasi unit usaha. Mulai dari peternakan ayam, budidaya ikan nila dan lele, hingga perkebunan melon dan kelengkeng, semuanya dikelola secara profesional oleh BUMDes. Sistem ini tidak hanya mencetak Pendapatan Asli Desa (PAD), tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial.

Masyarakat miskin yang masih produktif direkrut sebagai tenaga kerja. Sementara itu, warga miskin ekstrem yang sudah tidak mampu bekerja mendapatkan subsidi Rp300 ribu per bulan yang diambil dari laba BUMDes atau Dana Desa.

Menjadi “Guru” Bagi Desa Lain
Kepala Dinas PMD Sragen, Pudjiatmoko, menegaskan bahwa Kaliwedi kini bukan lagi sekadar peserta lomba, melainkan role model atau desa percontohan. Pemerintah Kabupaten Sragen kini mendorong desa-desa lain, seperti Desa Kelandungan, untuk melakukan studi tiru ke Kaliwedi.

Melalui program kolaborasi lintas sektoral, Sragen ingin membuktikan bahwa desa tidak perlu anggaran raksasa untuk memulai perubahan. Cukup dengan kecerdasan membaca pasar dan konsistensi dalam pengelolaan, desa di pelosok pun bisa menjadi “raksasa” pangan di tingkat nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dana Desa Situbondo Bermasalah: 16 Desa Terancam Dipolisikan

18 April 2026 - 01:21 WIB

Demokrasi Bantarjaya: Daftar Pemilih BPD Resmi Ditetapkan hari ini

16 April 2026 - 10:58 WIB

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Sengketa Lapak Popoh: Saat Realitas Sosial Beradu Aturan

11 April 2026 - 01:56 WIB

Prestasi vs Preseden: Nasib Desa Sukojati di Ujung Prosedur

11 April 2026 - 00:06 WIB

Lapak Panas Desa Popoh: Sengketa Adat atau Intimidasi?

10 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di DESA