Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Paradigma lama dalam birokrasi desa yang menempatkan kepala desa sebagai atasan mutlak bagi perangkat desa mulai ditinggalkan. Dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) PPDI Campurdarat yang digelar di Balai Desa Tanggung, Kamis (22/1/2026), ditegaskan bahwa kunci kemajuan desa terletak pada asas kemitraan yang solid.
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Campurdarat, Nyono, menegaskan bahwa perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik yang martabatnya harus setara sebagai mitra kerja. “Hubungan Kades dan perangkat desa harus berlandaskan asas kemitraan, bukan sekadar hubungan atasan dan bawahan,” tegas Nyono.
Revolusi Digital dan Kesejahteraan Perangkat
Muscam PPDI kali ini tidak hanya menjadi ajang seremoni pergantian pengurus, tetapi juga menjadi momentum “muhasabah” bagi para pelayan desa di Tulungagung. Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut perangkat desa untuk tidak gagap teknologi (gaptek).
“Profesionalisme dan penguasaan teknologi saat ini adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” ujar Fatah. Selain tuntutan kompetensi, forum ini juga menyuarakan aspirasi terkait kepastian status regulasi dan peningkatan kesejahteraan para perangkat desa yang beban kerjanya semakin kompleks.
Kemenangan Aklamasi dan Tongkat Estafet Sumeri
Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah yang transparan, forum secara bulat memilih kembali sosok lama, Sumeri, sebagai Ketua PPDI Kecamatan Campurdarat periode 2026–2031 melalui jalur aklamasi.
Dalam sambutan kemenangannya, Sumeri menekankan bahwa organisasi ini harus menjadi “rumah besar” untuk saling menguatkan. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga harmonisasi dengan pimpinan desa demi kelancaran pembangunan.
“Saya mengajak anggota untuk menunjukkan kekompakan dan profesionalisme. Mari bersinergi dengan pimpinan agar tercipta hubungan harmonis dalam melayani masyarakat,” kata Sumeri usai terpilih.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan
Camat Campurdarat, Tri Wantoro, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama jajaran Forkopimcam, menyambut positif hasil Muscam ini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan sangat bergantung pada seberapa profesional PPDI mengawal hak-hak anggotanya sekaligus menjalankan tugas pemerintahan.
Acara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antara pemerintah kecamatan, kepala desa, dan seluruh perangkat desa di wilayah Campurdarat.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.