Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 18 Jan 2026 13:32 WIB ·

Beras Organik Bantaragung: Revolusi Pangan dari Kaki Gunung Ciremai


					Beras Organik Bantaragung: Revolusi Pangan dari Kaki Gunung Ciremai Perbesar

Majalengka, Jawa Barat[DESA MERDEKA] – Di tengah serbuan beras impor dan ketergantungan pada pupuk kimia, sebuah revolusi pangan sedang meletus dari Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka. Melalui tangan dingin Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fajar Agung, desa ini berhasil melahirkan beras organik unggulan yang tidak hanya sehat di piring konsumen, tetapi juga menyembuhkan ekosistem tanah melalui sistem ekonomi sirkular.

Beras organik ini bukan sekadar produk pangan biasa. Ia merupakan hasil dari integrasi cerdas antara petani padi dan peternak. Dalam pola ekonomi sirkular yang diterapkan, jerami sisa panen diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran hewan dikembalikan ke sawah sebagai pupuk organik cair maupun padat. Hasilnya? Limbah nol (zero waste), tanah kembali subur, dan biaya produksi petani pun terpangkas secara signifikan.

Bukan Sekadar Label, Tapi Standar Nasional
Keseriusan Desa Bantaragung dalam menggarap pasar nasional dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi dari Indonesian Organic Farming Certification (INOFICE). Produk ini telah lolos kurasi ketat sesuai SNI 6729:2016. Dengan sertifikasi ini, Gapoktan Fajar Agung memiliki hak eksklusif menggunakan Logo Organik Indonesia, yang menjadi tiket masuk ke ritel modern, perhotelan, hingga pasar digital.

“Kami tidak sekadar memproduksi beras, tetapi membangun sistem. Melalui pertanian organik dan ekonomi sirkular, kami menjaga kualitas produk sekaligus memastikan manfaat ekonomi berputar di tingkat petani dan peternak,” tegas Moch Tajudien, yang akrab disapa Aang Jhon, Ketua Gapoktan Fajar Agung, Minggu (18/1/2026).

Sinergi Komunitas dan Eduwisata
Keberlanjutan pasokan beras ini dijaga melalui sinergi terpadu dengan Kelompok Tani Sawah Deukeut di bawah komando H. Sukiman. Kolaborasi ini memastikan bahwa volume produksi tetap stabil tanpa menurunkan mutu, sehingga mampu melayani permintaan distributor skala besar secara kontinu.

Yang membuat Beras Organik Bantaragung lebih unggul secara narasi adalah integrasinya dengan Masterplan Eduwisata Ciboer. Wisatawan tidak hanya bisa membeli beras, tetapi juga melihat langsung proses budidayanya. Transparansi ini membangun kepercayaan konsumen yang sangat mahal harganya di industri pangan saat ini.

Bagi mitra strategis atau distributor yang ingin mengamankan pasokan pangan berkelanjutan ini, Gapoktan Fajar Agung telah membuka akses komunikasi profesional. Anda dapat menghubungi Moch Tajudien (Aang Jhon) melalui nomor +62 813-1307-0388 untuk informasi spesifikasi produk dan peluang kemitraan nasional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Wisata Halal Sumbar: Berkah Kota Besar, Nagari Penonton

28 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS