Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 12 Jan 2026 17:04 WIB ·

Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin


					Benteng Willem I Ambarawa Kini Punya Pertunjukan Sendratari Rutin Perbesar

Ambarawa, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kabupaten Semarang kini memiliki magnet baru yang siap menggeser stigma kawasan bersejarah yang kaku menjadi pusat hiburan kolosal. Mulai Sabtu, 17 Januari 2026, kawasan Fort Willem I Ambarawa resmi mementaskan Sendratari “Babad Fort Willem I”, sebuah pertunjukan seni yang digadang-gadang akan menjadi pesaing serius Sendratari Ramayana di Prambanan.

Langkah ini merupakan strategi transformasi berani dari The Lawu Grup selaku pengelola. Alih-alih hanya menjual keindahan arsitektur kolonial yang pasif, Fort Willem I kini disulap menjadi destinasi dinamis yang menyatukan nilai sejarah dengan napas ekonomi kreatif.

Kolaborasi Seni di Grha Mandala Cipta
Pementasan ini bukan sekadar hiburan biasa. Di bawah arahan sutradara JP Awig Soedjatmika, pertunjukan ini menjadi titik temu bagi para seniman lintas disiplin. Kolaborasi apik antara Sanggar Kemrincing Art, Nayanika, dan Legato Music menghadirkan harmoni visual dan audio yang memukau.

Alunan musik dari Gamelan Ki Gita Parama dipadukan dengan tata panggung modern di area Grha Mandala Cipta, menciptakan suasana magis yang membawa penonton kembali ke masa lalu Ambarawa. Kehadiran pementasan ini sekaligus mengakhiri era Fort Willem I yang selama ini hanya dikenal sebagai lokasi swafoto tanpa narasi mendalam.

Wisata Terjangkau dengan Kualitas Premium
Hal unik yang menjadi daya tarik utama adalah aksesibilitas harganya. Wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk kawasan sebesar Rp15.000 untuk bisa menikmati pementasan kolosal ini tanpa biaya tambahan.

Rangkaian acara pun dikemas secara maraton untuk memanjakan pengunjung sejak siang hari:

  • Pukul 14.00 WIB: Pre-event yang menampilkan potensi seni lokal dari wilayah Salatiga dan Ambarawa.
  • Pukul 19.00 WIB: Pertunjukan utama Sendratari Babad Fort Willem I.

Strategi pementasan rutin setiap bulan ini diharapkan mampu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di Ambarawa. Jika selama ini pelancong hanya singgah sebentar, kini mereka didorong untuk menetap hingga malam hari, yang secara otomatis akan menghidupkan ekosistem ekonomi lokal, mulai dari kuliner hingga penginapan.

Melalui Sendratari Babad Fort Willem I, Ambarawa tidak hanya merawat ingatan lewat tembok tua, tetapi juga merawat kebudayaan melalui panggung seni yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Gotong Royong Warga Malaka Kirim Bantuan Gempa Flores

17 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Tim Evaluator UNESCO Tiba di Sumbar, Geopark Ranah Minang Silokek Jalani Validasi

17 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Simfoni Api Pasimarannu: Sakralnya Malam Taptu di Tapal Batas Selayar

16 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Merajut Rindu di Nanggalo: Jalan Sehat Warga Perumdam Wirasakti

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Keseruan Lomba Malamang HUT RI ke-81 di Kecamatan Nanggalo

16 Agustus 2026 - 00:10 WIB

Trending di SOSBUD