Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 6 Apr 2025 21:20 WIB ·

Bedah Rumah PUPR di Lampung Utara Tuai Polemik Warga


					<em>Kondisi bangunan yang dibangun melalui program BSPS di Desa Tanjung Baru Timur, Lampung Utara, yang menuai sorotan warga karena diduga tidak sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi oknum kepala desa.</em> Perbesar

Kondisi bangunan yang dibangun melalui program BSPS di Desa Tanjung Baru Timur, Lampung Utara, yang menuai sorotan warga karena diduga tidak sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi oknum kepala desa.

Kotabumi [DESA MERDEKA] – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR di Desa Tanjung Baru Timur, Lampung Utara, yang seharusnya meningkatkan kualitas rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kini menuai sorotan. Program aspirasi DPRD Lampung, Ir. Mardiana, ST, MT, ini menimbulkan keluhan penerima manfaat. Mereka menilai penyaluran bantuan tidak tepat sasaran dan implementasinya menyimpang dari juklak serta juknis.

Pantauan lapangan mengungkap kejanggalan pada satu unit pembangunan. Bangunan berdiri di lahan kosong, bukan perbaikan rumah lama. Selain itu, kualitas pekerjaan dan material diduga tak sesuai spesifikasi dan RAB. Penggunaan atap rangka baja, bukan genteng, juga dipertanyakan warga.

Informasi berkembang menduga kuat bangunan itu untuk Kepala Desa Tanjung Baru Timur. Sumber terpercaya menyebut perencanaan awal mencatat nama Dedi Aliyudin, ayah kepala desa dan pimpinan yayasan pendidikan setempat.

Lebih lanjut, sumber itu menjelaskan, saat dana BSPS cair, bangunan sudah beratap, hanya menyisakan dapur di belakang. Belakangan, muncul kabar bangunan itu akan dipakai kepala desa pribadi.

Keresahan masyarakat sangat terasa. “Banyak warga lebih memprihatinkan dan layak dibantu. Kenapa kepala desa terkesan memanfaatkan? Kami mempertanyakan integritas beliau,” ujar warga kecewa.

Hingga kini, fasilitator dan pendamping program bedah rumah belum dapat dihubungi untuk klarifikasi. Polemik ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam penyaluran bantuan perumahan agar tepat sasaran dan sesuai aturan. Masyarakat berharap ada investigasi lebih lanjut terkait dugaan penyimpangan ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Trending di KABAR DESA