Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Kabupaten Banyuwangi resmi terpilih menjadi lokasi pilot project nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM). Langkah strategis ini dipantau langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerja bertajuk “OASE KIM Peduli Stunting” di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/7/2023).
Pemilihan Banyuwangi sebagai titik nol proyek ini bukan tanpa alasan. Program yang digawangi oleh Bidang 2 OASE KIM ini menerapkan metode intervensi yang belum pernah dilakukan sebelumnya di wilayah lain. Jika model pengawasan ketat mingguan ini berhasil, skema yang sama akan direplikasi secara masal di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki prevalensi stunting tinggi.
Intervensi Radikal: Pantauan Mingguan dan Makanan Tambahan
Lilik Umi Nashriyah, anggota Bidang 2 OASE KIM sekaligus istri Menteri Desa PDTT, menjelaskan bahwa misi ini bertujuan mengejar target Presiden RI untuk menekan angka stunting nasional hingga 14 persen pada 2024. Mengingat angka stunting nasional pada 2022 masih berada di level 21,6 persen, dibutuhkan penurunan drastis sebesar 3,6 persen per tahun.
“Kami melakukan intervensi total, baik secara prenatal maupun postnatal. Sasarannya mulai dari remaja, calon pengantin, hingga ibu menyusui dan balita,” ujar Lilik Umi Nashriyah.
Di Banyuwangi, strategi yang diterapkan sangat taktis. Selain penyuluhan gizi, OASE KIM memberikan bantuan makanan tambahan bergizi yang disalurkan melalui kader posyandu. Uniknya, distribusi ini tidak dilepas begitu saja. Setiap minggu, anggota OASE Bidang 2 melakukan monitoring ketat dengan pengawasan dari puskesmas setempat untuk memastikan nutrisi benar-benar sampai ke sasaran yang tepat.
Edukasi Lewat Permainan dan Kelestarian Alam
Kunjungan ini tidak hanya berisi seremoni formal. Iriana Jokowi dan Wury Ma’ruf Amin tampak membaur bersama anak-anak dalam demo gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS), senam bersama, hingga memainkan permainan tradisional. Pendekatan ini dipilih untuk mengedukasi masyarakat bahwa pola hidup sehat bisa dimulai dengan cara yang menyenangkan di tingkat keluarga.
Menutup rangkaian agenda di Banyuwangi, rombongan juga bergeser ke kawasan Pantai Bangsring. Di sana, mereka melakukan aksi bersih pantai dan melepasliarkan tukik (anak penyu). Aksi lingkungan ini membawa pesan kuat bahwa kualitas hidup manusia, termasuk kesehatan gizi anak, sangat bergantung pada kelestarian ekosistem alam yang bersih dan terjaga.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, penggerak PKK, dan tenaga kesehatan di Banyuwangi, program ini diharapkan menjadi senjata ampuh untuk memutus rantai stunting di Indonesia.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.