Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 26 Jul 2023 08:43 WIB ·

Banyuwangi Jadi Lab Uji Coba OASE KIM Lawan Stunting


					Banyuwangi Jadi Lab Uji Coba OASE KIM Lawan Stunting Perbesar

Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Kabupaten Banyuwangi resmi terpilih menjadi lokasi pilot project nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM). Langkah strategis ini dipantau langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerja bertajuk “OASE KIM Peduli Stunting” di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/7/2023).

Pemilihan Banyuwangi sebagai titik nol proyek ini bukan tanpa alasan. Program yang digawangi oleh Bidang 2 OASE KIM ini menerapkan metode intervensi yang belum pernah dilakukan sebelumnya di wilayah lain. Jika model pengawasan ketat mingguan ini berhasil, skema yang sama akan direplikasi secara masal di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Intervensi Radikal: Pantauan Mingguan dan Makanan Tambahan
Lilik Umi Nashriyah, anggota Bidang 2 OASE KIM sekaligus istri Menteri Desa PDTT, menjelaskan bahwa misi ini bertujuan mengejar target Presiden RI untuk menekan angka stunting nasional hingga 14 persen pada 2024. Mengingat angka stunting nasional pada 2022 masih berada di level 21,6 persen, dibutuhkan penurunan drastis sebesar 3,6 persen per tahun.

“Kami melakukan intervensi total, baik secara prenatal maupun postnatal. Sasarannya mulai dari remaja, calon pengantin, hingga ibu menyusui dan balita,” ujar Lilik Umi Nashriyah.

Di Banyuwangi, strategi yang diterapkan sangat taktis. Selain penyuluhan gizi, OASE KIM memberikan bantuan makanan tambahan bergizi yang disalurkan melalui kader posyandu. Uniknya, distribusi ini tidak dilepas begitu saja. Setiap minggu, anggota OASE Bidang 2 melakukan monitoring ketat dengan pengawasan dari puskesmas setempat untuk memastikan nutrisi benar-benar sampai ke sasaran yang tepat.

Edukasi Lewat Permainan dan Kelestarian Alam
Kunjungan ini tidak hanya berisi seremoni formal. Iriana Jokowi dan Wury Ma’ruf Amin tampak membaur bersama anak-anak dalam demo gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS), senam bersama, hingga memainkan permainan tradisional. Pendekatan ini dipilih untuk mengedukasi masyarakat bahwa pola hidup sehat bisa dimulai dengan cara yang menyenangkan di tingkat keluarga.

Menutup rangkaian agenda di Banyuwangi, rombongan juga bergeser ke kawasan Pantai Bangsring. Di sana, mereka melakukan aksi bersih pantai dan melepasliarkan tukik (anak penyu). Aksi lingkungan ini membawa pesan kuat bahwa kualitas hidup manusia, termasuk kesehatan gizi anak, sangat bergantung pada kelestarian ekosistem alam yang bersih dan terjaga.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, penggerak PKK, dan tenaga kesehatan di Banyuwangi, program ini diharapkan menjadi senjata ampuh untuk memutus rantai stunting di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Saat Kantor Desa Hilang dan APBN Harus Turun Tangan

29 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Paradoks Desa Ekspor: Antara Klaim Miliaran dan Realitas 0,6%

27 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Trending di KABAR PUSAT