Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 6 Agu 2026 15:27 WIB ·

Banjir Kembali Rendam Perumahan Permata Utama Lubuk Minturun, Warga Tagih Realisasi Penanganan Sungai


					Banjir Kembali Rendam Perumahan Permata Utama Lubuk Minturun, Warga Tagih Realisasi Penanganan Sungai Perbesar

PADANG,Sumatera Barat ( DESA MERDEKA) – Hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) kembali membawa keresahan bagi warga Perumahan Permata Utama, Sungai Duo, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Luapan air sungai merendam kawasan permukiman dan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai semata lutut.

Bagi warga, banjir kali ini bukanlah kejadian yang mengejutkan. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, kawasan tersebut hampir selalu menjadi langganan genangan akibat meluapnya aliran sungai yang berada di sekitar permukiman.

Ketua Perumahan Permata Utama, Edi Suhendra, mengatakan kondisi itu telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang benar-benar mampu mengatasi penyebab utama banjir.

«”Setiap hujan deras, air sungai meluap dan masuk ke perumahan. Warga selalu dihantui kekhawatiran karena banjir terus berulang,” ujar Edi, Senin (3/8/2026).»

Menurut Edi, warga bersama pengurus perumahan telah mengajukan proposal penanganan banjir melalui pembangunan dam atau pengendalian aliran sungai yang menjadi titik luapan saat hujan deras.

«”Usulan itu sudah kami sampaikan melalui program penanganan bencana hidrometeorologi. Tujuannya agar ada solusi permanen, bukan sekadar penanganan sementara,” katanya.»

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Camat Koto Tangah saat itu, Fizlan Setiawan, proposal tersebut telah masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) pada 2025.

«”Kami mendapat informasi proposal sudah masuk dalam R3P. Namun hingga sekarang belum ada kejelasan mengenai kapan pembangunan dam akan dilaksanakan. Kami berharap ada kepastian dari pemerintah,” ungkapnya.»

Edi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera merealisasikan program penanggulangan banjir yang telah diusulkan. Menurutnya, warga membutuhkan langkah nyata agar persoalan banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi ancaman setiap musim hujan.

«”Harapan kami sederhana, pemerintah segera merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan. Warga ingin hidup lebih tenang tanpa harus waswas setiap kali hujan turun,” tutupnya. ( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Trending di LINGKUNGAN