Dua Desa di Gayo Lues ‘Lenyap’ Diterjang Banjir Bandang, Ribuan Warga Mengungsi
Gayo Lues, Aceh [DESA MERDEKA] – Bencana banjir bandang yang dipicu oleh hujan deras selama tiga hari tiga malam telah memorakporandakan Kabupaten Gayo Lues, atau dikenal sebagai ‘Negeri Seribu Bukit’, sejak Rabu (26/11). Dampak paling parah adalah hilangnya dua desa—Desa Agusen di hulu dan Desa Tetumpun di hilir Sungai Kali Alas—yang kini dilaporkan lenyap dari peta wilayah akibat tergerus dan dihanyutkan oleh derasnya banjir.
Bencana dahsyat ini telah merenggut sedikitnya lima korban jiwa yang sebagian di antaranya telah ditemukan. Selain korban jiwa, puluhan rumah penduduk di kedua desa tersebut amblas dan hanyut tersapu banjir, membuat ribuan warga panik menyelamatkan diri dan kini memadati Pendopo Bupati Gayo Lues. Bupati Suhaidi SPd MAP bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera turun tangan memberikan bantuan langsung kepada para pengungsi.

Akses dan Komunikasi Putus Total
Tidak hanya merusak permukiman, bencana alam ini juga melumpuhkan seluruh akses vital menuju dan dari Gayo Lues. Jalan aspal, jembatan, dan ruas-ruas jalan utama dilaporkan putus total hingga ratusan meter.
Dilaporkan hampir 200 titik jalan di kawasan tersebut dilanda longsor dan amblas ke dasar sungai. Jalur utama yang terputus total mencakup:
- Jalur Blangkejeren – Aceh Tenggara – Medan.
- Jalur Blangkejeren – Pining – Lokop Aceh Timur.
- Jalur Blangkejeren – Aceh Tengah – Bireuen.
Selain infrastruktur darat, akses komunikasi juga mengalami gangguan total. Jaringan telepon dan internet di Gayo Lues putus total, mempersulit koordinasi dan penyampaian informasi. Sejumlah wartawan melaporkan kejadian ini menggunakan jaringan Starlink di tengah padamnya listrik di berbagai lokasi dan terputusnya jaringan air bersih. Hingga berita ini diturunkan, hujan lebat dilaporkan masih mengguyur kawasan tersebut.
Kerusakan Meluas di Berbagai Kampung
Selain Desa Agusen dan Tetumpun, banjir bandang juga melanda sejumlah wilayah lain, menimbulkan duka mendalam bagi ribuan warga yang harus berlari menyelamatkan diri dari bencana yang datang tiba-tiba.
Wilayah yang turut dilanda banjir parah mencakup:
- Kecamatan Rerebe, khususnya Terangun.
- Desa Pasir di Blangkejeren.
- Kampung Badak dan Kampung Rigep.
Ribuan warga yang kini mengungsi di Pendopo Bupati Gayo Lues dan lokasi lain merasakan dampak langsung dari kerusakan massal ini. Bencana yang membawa duka mendalam ini menuntut respons cepat dan masif dari pemerintah daerah dan pusat untuk segera memulihkan akses, komunikasi, dan menyediakan kebutuhan dasar bagi para korban.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.