Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 3 Apr 2025 21:15 WIB ·

Bandara Minangkabau Resmi Gunakan Bahasa Minang dalam Pengumuman Penerbangan


					Bandara Minangkabau Resmi Gunakan Bahasa Minang dalam Pengumuman Penerbangan Perbesar

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini memiliki nuansa budaya yang lebih kental. Pengelola bandara telah resmi mengimplementasikan penggunaan Bahasa Minang dalam sistem pengumuman keberangkatan dan kedatangan penerbangan. Langkah ini merupakan inisiatif yang diusulkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, sebagai upaya pelestarian budaya Minangkabau.

Vasko Ruseimy menekankan pentingnya menjadikan BIM sebagai etalase budaya lokal. “Saya ingin memastikan BIM sebagai pintu gerbang Sumatera Barat ikut melestarikan budaya Minangkabau,” ujarnya. Kini, pengumuman dalam Bahasa Minang diperdengarkan berdampingan dengan Bahasa Indonesia dan Inggris, memberikan pengalaman unik bagi para penumpang.

Upaya pelestarian budaya ini tidak hanya terbatas pada penggunaan bahasa. Petugas bandara juga mengenakan atribut khas Minangkabau, seperti baju adat dan deta (penutup kepala tradisional). Selain itu, musik tradisional Minangkabau diputar di area publik bandara, menciptakan suasana yang kaya akan kearifan lokal.

“Semoga ini bisa menjadi obat rindu bagi para perantau Minangkabau dan juga sebagai mercusuar bahwa Sumatera Barat terus menjaga pelestarian adat Minangkabau,” kata Vasko Ruseimy.

Vasko Ruseimy menegaskan kepada pengelola BIM agar penerapan elemen budaya Minangkabau ini dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen-momen tertentu seperti arus mudik. “Saya meminta untuk dilakukan seterusnya, bukan hanya pada saat momen Idulfitri saja,” tegasnya.

Penggunaan Bahasa Minang di ruang publik seperti bandara internasional dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus globalisasi. Para pengunjung bandara kini dapat merasakan pengalaman budaya Minangkabau sejak pertama kali menginjakkan kaki di BIM. Nuansa kental budaya Minangkabau diharapkan dapat memberikan kesan mendalam bagi wisatawan dan menumbuhkan rasa bangga bagi masyarakat lokal.

Penerapan bahasa dan elemen budaya Minangkabau di BIM merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat identitas daerah dan mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau kepada pendatang dan wisatawan.

“Keberhasilan implementasi program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional ke dalam infrastruktur modern, menciptakan keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya,” imbuhnya.(H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Parkir “Nembak” Harga Rp20 Ribu Coreng Wajah Carocok Painan

25 Maret 2026 - 13:45 WIB

Trending di JALAN JAJAN