Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

DESA · 13 Sep 2023 08:14 WIB ·

Assessment Kluster Desa Tekstil di Plupuh


 PBI Gerbangmassa saat mengunjungi pengrajin batik dalam Assesment Kluster Desa Tekstil Perbesar

PBI Gerbangmassa saat mengunjungi pengrajin batik dalam Assesment Kluster Desa Tekstil

Sragen (DESA MERDEKA) : PBI Gerbangmassa bekerjasama dengan Solidaridad melaksanakan survey observasi UMKM Batik dan Tekstil di Di Kecamatan Plupuh pada Senin (11/09). Tim yang diketuai oleh Muhammad Zaid itu memberikan penjelasan mengenai manfaat survey observasi.

“Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, Batik juga telah diakui dunia internasional dan dikukuhkan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 yang dicantumkan ke dalam daftar representatif sebagai Budaya Tak-Benda Warisan Manusia (Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity). Warisan Budaya asli Indonesia ini diharapkan dapat dilestarikan, memotivasi serta mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat,” ungkap Muhammad Zaid, Ketua Assesment Kluster Desa Tekstil.

Seiring berjalannya waktu, sentra industri kreatif batik tidak hanya mendatangkan potensi di sektor fashion saja, banyak potensi lain muncul dengan menjadikan pusat pengrajin batik sebagai destinasi wisata budaya dan fashion tradisional.

Sementara itu, Sigit Wahyudi, Wakil Ketua II PBI Gerbangmassa menambahkan, dalam melaksanakan identifikasidi Plupuh dan sekitarnya,  tim PBI Gerbangmassa selain melakukan dialog dengan pengrajin, para buruh juga diajak berdialog untuk mengetahui proses pembuatan batik dan kehidupan mereka sekaligus menggali potensi desa.

Zaid, panggilan akrab ketua tim assesment menambahkan kalau kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh UKM Batik dan Tekstil sebagai salah satu produsen serta kampung kain batik di Sragen. Selain bertukar pikiran dengan pengrajin batik selalu UKM yg ada di desa dan BUM Desa, mereka juga berdialog dengan buruh batik untuk mengetahui proses pembuatan batik dan kehidupan mereka sekaligus menggali potensi desa untuk selanjutnya dapat dikembangkan.

“Kita berharap kegiatan ini bisa membuka akses yang dibutuhkan bagi UKM Batik dan Tekstil serta BUM Desa. Kegiatan tersebut antara lain, edukasi dan advokasi kebutuhan, peningkatan kompetensi SDM pengrajin batik dan BUM Desa, mengakses jaringan permodalan secara mandiri, membangun jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan, pemberdayaan masyarakat secara bertanggung jawab, inovatif dan berkelanjutan.” Akhir kata Zaid. (RL)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemdes Pandansari Klarifikasi Pemberitaan Media Terkait Pembangunan Wisata Yang Tidak Sesuai Fakta

6 Juni 2024 - 11:21 WIB

Jalani UKK di DPP PKB, K.H Syaepudin Asy Syadizly Yakin Dapat Rekomendasi

30 Mei 2024 - 23:40 WIB

Kades Karang Jaya Serahkan Sertifikat Program PTSL Kepada Warga Secara Gratis

16 Mei 2024 - 09:06 WIB

Pengurusan Adminduk cukup liwat loket desa semua bisa beres kecuali rekam KTP dan cetak KIA

27 Maret 2024 - 22:18 WIB

Antrian warga yang rekam ikd

BUM DESA BERSAMA LKD KABUATEN LAMPUNG TIMUR, WUJUDKAN LAPORAN KEUANGAN SESUAI STANDAR

24 Februari 2024 - 16:56 WIB

PONDOK PESANTREN HASYIM ASY’ARI JEPARA JADI LOKUS PELATIHAN MUJAHID PEMBANGUNAN DESA

28 Januari 2024 - 12:45 WIB

Trending di DESA