Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 13 Sep 2023 08:14 WIB ·

Assessment Kluster Desa Tekstil di Plupuh


					Assessment Kluster Desa Tekstil di Plupuh Perbesar

Sragen (DESA MERDEKA) : PBI Gerbangmassa bekerjasama dengan Solidaridad melaksanakan survey observasi UMKM Batik dan Tekstil di Di Kecamatan Plupuh pada Senin (11/09). Tim yang diketuai oleh Muhammad Zaid itu memberikan penjelasan mengenai manfaat survey observasi.

“Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, Batik juga telah diakui dunia internasional dan dikukuhkan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 yang dicantumkan ke dalam daftar representatif sebagai Budaya Tak-Benda Warisan Manusia (Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity). Warisan Budaya asli Indonesia ini diharapkan dapat dilestarikan, memotivasi serta mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat,” ungkap Muhammad Zaid, Ketua Assesment Kluster Desa Tekstil.

Seiring berjalannya waktu, sentra industri kreatif batik tidak hanya mendatangkan potensi di sektor fashion saja, banyak potensi lain muncul dengan menjadikan pusat pengrajin batik sebagai destinasi wisata budaya dan fashion tradisional.

Sementara itu, Sigit Wahyudi, Wakil Ketua II PBI Gerbangmassa menambahkan, dalam melaksanakan identifikasidi Plupuh dan sekitarnya,  tim PBI Gerbangmassa selain melakukan dialog dengan pengrajin, para buruh juga diajak berdialog untuk mengetahui proses pembuatan batik dan kehidupan mereka sekaligus menggali potensi desa.

Zaid, panggilan akrab ketua tim assesment menambahkan kalau kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh UKM Batik dan Tekstil sebagai salah satu produsen serta kampung kain batik di Sragen. Selain bertukar pikiran dengan pengrajin batik selalu UKM yg ada di desa dan BUM Desa, mereka juga berdialog dengan buruh batik untuk mengetahui proses pembuatan batik dan kehidupan mereka sekaligus menggali potensi desa untuk selanjutnya dapat dikembangkan.

“Kita berharap kegiatan ini bisa membuka akses yang dibutuhkan bagi UKM Batik dan Tekstil serta BUM Desa. Kegiatan tersebut antara lain, edukasi dan advokasi kebutuhan, peningkatan kompetensi SDM pengrajin batik dan BUM Desa, mengakses jaringan permodalan secara mandiri, membangun jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan, pemberdayaan masyarakat secara bertanggung jawab, inovatif dan berkelanjutan.” Akhir kata Zaid. (RL)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA