APOKI Resmi Umumkan Susunan Pengurus, Fokus Ekspor dan Inovasi Produk Kelapa
Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Asosiasi Pelaku dan Olahan Kelapa Indonesia (APOKI) resmi mengumumkan struktur kepengurusan intinya setelah proses deklarasi yang dipandu oleh Dr. Kiki Yulianto, Ketua Science Techno Park (STP) Universitas Andalas (Unand), pada Minggu, 16 November 2025. Pengumuman ini menjadi langkah nyata asosiasi dalam memperkuat ekosistem industri kelapa nasional agar lebih berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing di pasar global.
Pembentukan kepengurusan inti APOKI ini disepakati segera setelah penutupan kegiatan strategis bertajuk “Praktek Ekspor dan Workshop Produk Olahan Kelapa bagi UMKM dan Industri.” Kegiatan yang berlangsung intensif selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 November 2025 di Rocky Hotel Padang, merupakan hasil kolaborasi penting antara Universitas Andalas dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Ketua penyelenggara Dr. Eng. Muhammad Makky juga menjabat sebagai Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Unand.
Figur Kunci Pimpin APOKI Periode Baru
Kepengurusan inti APOKI kini diisi oleh figur-figur yang berpengalaman di sektor industri kelapa dan teknologi. Musyawarah menetapkan:
- Ketua Umum: Aldino Desra (dari PT Jala Tani Mandiri)
- Sekretaris Jenderal: Susanto (dari PT Akselerasi Inovasi Sumberdaya)
- Bendahara Umum: Wendri Afrino (dari Hanan Coco Sumatera)
Susunan pengurus baru ini diharapkan dapat segera menggerakkan visi utama organisasi. APOKI berkomitmen menjadi wadah kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan pusat inovasi yang melibatkan seluruh pelaku industri kelapa, mulai dari hulu hingga hilir.
Dorong Inovasi dan Kapasitas Ekspor UMKM
Deklarasi dan penetapan pengurus APOKI merupakan tindak lanjut langsung dari workshop yang menjadi latar belakang pembentukannya. Kegiatan tersebut secara spesifik membahas praktik ekspor dan pengolahan produk kelapa, yang menjadi indikasi jelas fokus asosiasi ke depan.
Melalui kepengurusan baru ini, APOKI siap menghadapi tantangan global dan berupaya membawa kemajuan serta dampak positif yang signifikan bagi seluruh pelaku industri kelapa Indonesia. Asosiasi mengundang dukungan penuh dari seluruh anggota dan pemangku kepentingan, termasuk akademisi seperti Unand dan badan pendanaan seperti BPDP, untuk bekerja sama memperkuat peran industri kelapa sebagai komoditas unggulan nasional.
Dengan fokus pada penguatan kapasitas UMKM untuk ekspor dan mendorong inovasi produk turunan kelapa, APOKI berharap dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha di seluruh Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing produk olahan kelapa Indonesia di kancah internasional.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.