Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Era baru organisasi perangkat desa di Kecamatan Rejotangan resmi dimulai. Ali Basuki terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Rejotangan masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar di Aula Desa Banjarejo, Kamis (5/2/2026).
Pemilihan secara bulat ini bukan sekadar pergantian kursi kepemimpinan, melainkan sinyal kuat soliditas perangkat desa di “Bumi Marmer” dalam menghadapi tantangan birokrasi modern. Sebagai garda terdepan pelayan masyarakat, PPDI Rejotangan kini mengusung misi besar: menyatukan komando demi kesejahteraan yang lebih merata.
Harmonisasi: Harga Mati Pelayanan Publik
Pesan utama dalam Muscam kali ini adalah pentingnya menjaga kerukunan antara perangkat desa dan kepala desa. Ketua PKDI Rejotangan, Zaenudin Jawahir, menegaskan bahwa tanpa keakuran internal, pelayanan kepada masyarakat hanya akan menjadi janji manis yang gagal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PPDI Tulungagung, Abdul Fatah, mengingatkan seluruh anggota untuk tetap memegang teguh kode etik hasil Muskerda. “Perangkat desa harus tetap tawaduk kepada kepala pemerintahan. Sinergi inilah yang akan mempercepat pembangunan di akar rumput,” ujarnya.
Strategi Kesejahteraan Lewat Jalur Perbankan
Sudut pandang menarik muncul dari kehadiran Wakil Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Suyono. Ia membawa angin segar mengenai langkah konkret organisasi dalam meningkatkan taraf hidup anggotanya.
“Perjuangan kita adalah satu tekad dan satu tujuan. Saat ini, PPDI Jawa Timur telah menjalin kerja sama (MoU) dengan Bank Jatim,” ungkap Suyono. Langkah strategis ini diharapkan menjadi jaring pengaman ekonomi bagi para perangkat desa agar dapat bekerja lebih profesional tanpa terbebani masalah finansial dasar.
Visi Ali Basuki Lima Tahun ke Depan
Sebagai nakhoda baru, Ali Basuki memikul ekspektasi besar untuk mentransformasi PPDI Rejotangan menjadi wadah yang lebih profesional. Dukungan penuh secara aklamasi menunjukkan bahwa para perangkat desa di Rejotangan menginginkan kepemimpinan yang stabil dan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten.
Dengan kepengurusan yang baru ini, Rejotangan diharapkan menjadi barometer kekompakan perangkat desa di Jawa Timur dalam mewujudkan visi “Bersatu Satu Kata”.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.