Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 19 Mei 2025 20:11 WIB ·

Alarm Inflasi Berbunyi: Desa Jadi Garda Terdepan Ekonomi


					Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring. Perbesar

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi secara daring.

Sukabumi [DESA MERDEKA] Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang baru-baru ini digelar secara daring di Sukabumi memberikan sinyal penting: desa kini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam arahannya menekankan betapa krusialnya peran kepala daerah dalam mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang salah satunya adalah percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Mendagri menjelaskan bahwa meskipun pemerintah pusat telah mengambil berbagai langkah untuk menekan laju inflasi, dukungan aktif dari bupati dan wali kota sangat dibutuhkan. Ia bahkan mengingatkan tentang kewenangan kepala daerah untuk memberikan sanksi kepada kepala desa yang tidak mendukung program strategis nasional ini. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi dari tingkat terbawah.

Lebih lanjut, Mendagri menyoroti pentingnya alokasi anggaran daerah, khususnya dari pos belanja tidak terduga (BTT), untuk membiayai pembentukan badan hukum koperasi. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi proses pendirian koperasi di setiap desa dan kelurahan.

Mengapa desa menjadi begitu penting dalam konteks pengendalian inflasi? Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa selama beberapa dekade terakhir, pembangunan desa dan daerah tertinggal kurang mendapat perhatian yang memadai. Akibatnya, ketimpangan ekonomi semakin lebar. Pembentukan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat memutus rantai pasok yang panjang, menekan praktik tengkulak, dan pada akhirnya berkontribusi pada stabilisasi harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Dengan target ambisius membentuk 80.000 koperasi desa/kelurahan dalam waktu singkat, pemerintah berharap dapat menciptakan dua juta lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Langkah ini sekaligus menjadi “garda terdepan” dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari bawah, meredam dampak inflasi yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN