Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 18 Des 2025 15:34 WIB ·

Aksi Damai RAMBO di Jakarta Suarakan Keadilan Korban Bencana


					Oplus_132096 Perbesar

Oplus_132096

Jakarta [DESA MERDEKA] Ribuan massa yang tergabung dalam aksi Rakyat Membela Prabowo (RAMBO) memadati kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/12/2025). Aksi damai ini digelar sebagai bentuk solidaritas nasional bagi para korban bencana alam di Sumatera, sekaligus menuntut evaluasi menyeluruh serta keadilan atas penanganan bencana yang dianggap belum optimal.

Sejak pukul 07.00 WIB, peserta aksi dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan dengan tertib. Mengenakan atribut khas dan membawa spanduk bertema kemanusiaan, massa menyuarakan bahwa bencana yang melanda wilayah Sumatera adalah persoalan kemanusiaan nasional yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen negara.

Solidaritas Nasional dan Doa Bersama
Kegiatan dimulai dengan suasana khidmat melalui pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Padamu Negeri. Peserta aksi juga menggelar doa bersama yang ditujukan khusus bagi para korban yang terdampak musibah. Suasana di sekitar Monas dan Jalan Merdeka Barat terpantau kondusif tanpa adanya unsur provokasi, mencerminkan komitmen massa dalam menjaga kedamaian selama menyampaikan aspirasi.

Ketua Umum RAMBO, Haetami Abdallah, dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang ini merupakan cerminan dari tingginya kepekaan sosial masyarakat Indonesia. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar berkumpul, melainkan sebuah gerakan menuntut keadilan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

“Ribuan rakyat yang hadir hari ini datang dari berbagai pelosok negeri. Mereka meninggalkan aktivitas harian bukan demi kepentingan pribadi, melainkan untuk berdiri bersama para korban bencana di Sumatera,” tegas Haetami di atas mobil komando.

Tuntutan Evaluasi dan Penegakan Hukum
RAMBO menekankan bahwa bencana alam di Sumatera tidak boleh hanya dipandang sebagai fenomena alam biasa. Haetami mendorong pemerintah untuk melakukan pengkajian komprehensif guna melihat kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia, pembiaran izin lahan, atau kerusakan lingkungan yang memperparah dampak bencana.

Massa menuntut adanya penegakan hukum yang objektif dan transparan terhadap pihak-pihak atau perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas rusaknya ekosistem di wilayah terdampak. Bagi RAMBO, keselamatan lingkungan hidup dan keselamatan rakyat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Aksi ini ditutup dengan harapan agar negara memberikan komitmen nyata dalam menjamin keselamatan lingkungan di masa depan. Gerakan ini menjadi pengingat bagi publik bahwa pengawasan terhadap kebijakan lingkungan harus terus dilakukan demi mencegah terulangnya tragedi serupa di wilayah lain.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menanti Angka di Balik Tepuk Tangan: Menguliti Retorika Kolaborasi Kementerian Desa

21 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Jeritan dari Halmahera Selatan: Ketika Kemerdekaan Belum Menyapa Rakyat Desa Loleo

18 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kisah Warga Pasimarannu: Evakuasi Mandiri Cepat dari Gempa

15 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Lingkaran Setan Pesisir Meranti: Mengapa Kursi Kepala Desa Sepi Peminat?

14 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Balitata Kawal Tumbuh Kembang Balita

12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Menggarami Lautan Lunang: Kritik Perda Bencana & Siasat APBDes

12 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM