Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 9 Agu 2024 04:54 WIB ·

Budidaya Kerapu Teluk Buo Dongkrak Ekonomi Desa Pesisir


					Budidaya Kerapu Teluk Buo Dongkrak Ekonomi Desa Pesisir Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Desa Wisata Teluk Buo kini dibidik menjadi motor baru ekonomi desa pesisir di Sumatera Barat melalui pengembangan budidaya kerapu skala besar. Langkah konkret ini diambil setelah Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bergerak cepat menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menggarap serius potensi komoditas laut unggulan seperti kerapu, lobster, hingga tuna.

Sinergi lintas instansi ini menargetkan pembenahan hulu ke hilir sektor maritim, yang selama ini pemanfaatannya belum maksimal. Fokus utamanya jelas: mempercepat pembangunan infrastruktur perikanan sekaligus menaikkan taraf hidup nelayan Sumbar secara langsung.

“Melalui sinergi dengan KKP, kita ingin mendorong percepatan pembangunan yang langsung menyentuh kesejahteraan nelayan,” ujar Mahyeldi, dalam pertemuan strategis di Padang.

Pemilihan Desa Wisata Teluk Buo sebagai lokasi pusat kawasan keramba jaring apung bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai punya potensi spasial yang sangat strategis untuk budidaya kerapu, sebuah komoditas dengan permintaan pasar ekspor yang sangat tinggi.

Dengan dukungan teknis dan pendampingan melekat dari KKP, produksi kerapu di kawasan ini optimis bisa melonjak tajam. Intervensi teknologi budidaya ini diharapkan menjadi solusi paling logis untuk mendongkrak Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang saat ini posisinya masih tergolong rendah.

Namun, strategi ini tidak berhenti pada urusan genjot produksi semata. Hilirisasi dan standardisasi mutu hasil tangkapan menjadi agenda mutlak agar produk lokal memiliki daya saing kompetitif di pasar internasional. Nelayan tidak boleh lagi hanya fokus pada kuantitas, melainkan pada kualitas yang mampu mengerek harga jual di tingkat bawah.

Merespons arah kebijakan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Dr. Ir. Reti Wafda, M.Tp, menegaskan kesiapan eksekusi di lapangan. Pihaknya kini berfokus penuh pada dua pilar utama, yaitu peningkatan kapasitas SDM nelayan desa serta penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.

Melalui kolaborasi kuat antara Pemprov Sumbar dan KKP ini, sektor kelautan di tingkat desa diharapkan segera bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi baru yang inklusif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS