Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 6 Agu 2024 00:21 WIB ·

Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Simfoni Tak Terpisahkan


					Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Simfoni Tak Terpisahkan Perbesar

Pekalongan [DESA MERDEKA] –  Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita sukses menggelar diskusi literasi bertajuk “Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Adakah Korelasinya?” pada Minggu, 4 Agustus 2024. Diskusi yang digelar secara daring ini berhasil mengundang 53 peserta dan menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yakni Ribut Achwandi dan Muhamad Zuliandi.

Diskusi ini mengupas tuntas hubungan antara dua hal yang sering dianggap bertolak belakang: puisi, yang dianggap penuh emosi dan imajinasi, serta ilmu pengetahuan, yang identik dengan logika dan fakta. Namun, para narasumber berhasil membuktikan bahwa kedua hal ini justru saling melengkapi dan saling menginspirasi.

Muhamad Zuliandi, seorang penulis yang aktif, mengawali diskusi dengan menjelaskan bahwa puisi tidak hanya sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi juga mengandung unsur-unsur batin seperti tema, nada, dan rasa, serta unsur fisik seperti diksi, rima, dan gaya bahasa. Menurutnya, puisi dan ilmu pengetahuan memiliki korelasi yang mendasar, yaitu manusia sebagai subjek dan objek. “Ilmu pengetahuan memberikan inspirasi bagi penyair untuk menciptakan karya-karya baru,” ujarnya.

Senada dengan Zuliandi, Ribut Achwandi, seorang budayawan dan penulis, juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan ilmu pengetahuan dalam menulis puisi. “Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, sedangkan ilmu pengetahuan adalah informasi,” jelasnya.

Achwandi juga menambahkan bahwa puisi memiliki peran penting dalam mengatasi keterbatasan bahasa dan pengetahuan. “Puisi bukan hanya sekadar luapan emosi, tetapi juga sebuah upaya untuk memahami dunia yang lebih luas,” tegasnya.

Diskusi yang hangat ini ditutup dengan pembacaan puisi “Sajak Mata Bayi” karya WS. Rendra yang dibawakan oleh Ribut Achwandi. Pembacaan puisi ini semakin memperkaya pemahaman peserta tentang keindahan dan kedalaman puisi.

Diskusi ini membuktikan bahwa puisi dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang terpisah. Justru, keduanya saling melengkapi dan saling menginspirasi. Puisi dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi ide-ide ilmiah dengan cara yang lebih kreatif dan emosional, sementara ilmu pengetahuan dapat memberikan dasar yang kuat bagi penciptaan karya sastra yang lebih bermakna.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 166 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Revitalisasi Tradisi Surau Lewat SMP Islam Darul Hakim

2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN