Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PENDIDIKAN · 6 Agu 2024 00:21 WIB ·

Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Simfoni Tak Terpisahkan


					Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Sebuah Simfoni Tak Terpisahkan Perbesar

Pekalongan [DESA MERDEKA] –  Taman Baca Masyarakat (TBM) Hidup Punya Cerita sukses menggelar diskusi literasi bertajuk “Puisi dan Ilmu Pengetahuan: Adakah Korelasinya?” pada Minggu, 4 Agustus 2024. Diskusi yang digelar secara daring ini berhasil mengundang 53 peserta dan menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yakni Ribut Achwandi dan Muhamad Zuliandi.

Diskusi ini mengupas tuntas hubungan antara dua hal yang sering dianggap bertolak belakang: puisi, yang dianggap penuh emosi dan imajinasi, serta ilmu pengetahuan, yang identik dengan logika dan fakta. Namun, para narasumber berhasil membuktikan bahwa kedua hal ini justru saling melengkapi dan saling menginspirasi.

Muhamad Zuliandi, seorang penulis yang aktif, mengawali diskusi dengan menjelaskan bahwa puisi tidak hanya sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi juga mengandung unsur-unsur batin seperti tema, nada, dan rasa, serta unsur fisik seperti diksi, rima, dan gaya bahasa. Menurutnya, puisi dan ilmu pengetahuan memiliki korelasi yang mendasar, yaitu manusia sebagai subjek dan objek. “Ilmu pengetahuan memberikan inspirasi bagi penyair untuk menciptakan karya-karya baru,” ujarnya.

Senada dengan Zuliandi, Ribut Achwandi, seorang budayawan dan penulis, juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan ilmu pengetahuan dalam menulis puisi. “Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, sedangkan ilmu pengetahuan adalah informasi,” jelasnya.

Achwandi juga menambahkan bahwa puisi memiliki peran penting dalam mengatasi keterbatasan bahasa dan pengetahuan. “Puisi bukan hanya sekadar luapan emosi, tetapi juga sebuah upaya untuk memahami dunia yang lebih luas,” tegasnya.

Diskusi yang hangat ini ditutup dengan pembacaan puisi “Sajak Mata Bayi” karya WS. Rendra yang dibawakan oleh Ribut Achwandi. Pembacaan puisi ini semakin memperkaya pemahaman peserta tentang keindahan dan kedalaman puisi.

Diskusi ini membuktikan bahwa puisi dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang terpisah. Justru, keduanya saling melengkapi dan saling menginspirasi. Puisi dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi ide-ide ilmiah dengan cara yang lebih kreatif dan emosional, sementara ilmu pengetahuan dapat memberikan dasar yang kuat bagi penciptaan karya sastra yang lebih bermakna.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Alarm Integritas: BPK Temukan 17 Proyek Sekolah Sumbar Bermasalah

24 Januari 2026 - 19:29 WIB

Dendeng Ikan: Senjata Baru Ekonomi Kreatif Nagari Sungai Nyalo

21 Januari 2026 - 15:33 WIB

Sekda Sumbar: SLB Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Ruang Mandiri

19 Januari 2026 - 22:48 WIB

Bukan Sekadar Tulang Rusuk, Perempuan Desa Kini Tulang Punggung Ekonomi

17 Januari 2026 - 10:51 WIB

Mahasiswa ITERA Ubah Kopi dan Kelapa Jadi Cuan Desa

13 Januari 2026 - 11:32 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Menjaga Moral Siswa Adalah Investasi Masa Depan

13 Januari 2026 - 10:04 WIB

Trending di PENDIDIKAN