Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 10 Mar 2024 10:13 WIB ·

RPJMDes Bonto-Bontoa: Menata Masa Depan Desa Lewat Partisipasi Publik


					RPJMDes Bonto-Bontoa: Menata Masa Depan Desa Lewat Partisipasi Publik Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, resmi memulai babak baru dalam perencanaan pembangunan daerahnya. Melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar Sabtu (9/3/2024), pemerintah desa bersama masyarakat menyusun Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sebagai pedoman strategis untuk enam tahun ke depan.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ir. Amir Ali, secara filosofis menyebut rancangan RPJMDes ini sebagai “kitab suci” pembangunan desa. Analogi ini menekankan bahwa setiap kebijakan yang tertuang di dalamnya akan menjadi kompas dan petunjuk utama dalam mengarahkan nasib warga Bonto-Bontoa selama masa jabatan kepala desa berlangsung.

Inspirasi dari Dusun Bulu-Bulu

Salah satu poin paling menarik dalam Musdes kali ini adalah munculnya aspirasi otentik dari warga terkait pemekaran wilayah. Masyarakat mengusulkan agar Dusun Bulu-Bulu dimekarkan menjadi dua bagian. Luas wilayah yang terlalu besar dinilai menjadi kendala dalam efektivitas pelayanan dan pemerataan pembangunan. Usulan ini membuktikan bahwa Musdes berhasil menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga arsitek bagi wilayahnya sendiri.

Gotong Royong Data dan Pembangunan

Kasi Pemerintahan Kecamatan Tompobulu, Ramli, S.Sos, mengapresiasi kinerja tim penyusun yang terdiri dari unsur perangkat desa dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa bergantung pada integrasi data. Masyarakat diajak terlibat aktif sejak tahap pendataan awal hingga pemanfaatan data untuk kesejahteraan bersama.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Bonto-Bontoa, H. Syamsuddin B, menekankan bahwa solidaritas adalah mesin utama penggerak desa. Tanpa partisipasi masyarakat, dokumen RPJMDes hanya akan menjadi tumpukan kertas tanpa makna.

“Terima kasih atas masukan masyarakat. Poin-poin tambahan dari peserta musyawarah akan segera diproses masuk ke dalam dokumen final sebelum ditetapkan,” jelas H. Syamsuddin.

Acara yang berlangsung di tengah semangat kekeluargaan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat, yang diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap rencana hingga menjadi kenyataan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 223 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jaga Mutu Program Makan Bergizi Gratis, PABPDSI Dukung Langkah BGN

24 Juni 2026 - 13:26 WIB

Desa Tamanharjo: Ketika Jabatan Tak bisa Dibeli dengan Uang

20 Juni 2026 - 00:27 WIB

Bantuan Ayam Petelur Perkuat Ketahanan Pangan Desa Jombang

18 Juni 2026 - 23:26 WIB

Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati

18 Juni 2026 - 02:56 WIB

Besikama Perkuat Kader Posyandu demi Kesehatan Warga Desa

17 Juni 2026 - 19:13 WIB

Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara

15 Juni 2026 - 11:00 WIB

Trending di DESA