Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wajah Fajri berbinar-binar, meski napasnya masih memburu dan bajunya basah kuyup. Di bawah jembatan Bendungan Anai, Lubuk Alung, perwakilan Pokdarwis Sintuak ini baru saja menaklukkan derasnya jeram Nyarai. Bagi Fajri dan puluhan pengelola desa wisata lainnya di Sumatera Barat, hari itu bukan sekadar rekreasi, melainkan sebuah ujian nyali.
“Dalam rafting ini kita menghadapi tantangan, keseimbangan, kekompakan tim, dan saling menjaga agar selamat sampai tujuan,” ujar Fajri, Rabu (2/9/2026).
Fajri tidak sendirian. Di tempat terpisah, tepatnya di ombak Pantai Carolina, Bungus, Padang, kelompok pengelola wisata lain juga sibuk berpeluh. Mereka sedang mengasah kesiapsiagaan darurat di tepi laut.
Aksi lapangan ini merupakan puncak dari program intensif Minangkabau Service Bootcamp & Pelatihan Search And Rescue (SAR). Inisiatif yang digagas oleh PT Angkasa Pura (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ini menggembleng 20 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terpilih dari berbagai pelosok industri wisata ranah Minang.
Selama dua hari, para pejuang wisata lokal ini tidak hanya diajarkan cara tersenyum ramah menghadap turis. Lebih dari itu, mereka dilatih untuk menjadi garda terdepan keselamatan saat kondisi darurat menerpa.
Mengawinkan Keramahan Minang dan Standar Rescue
Sebelum terjun ke air, para peserta lebih dulu “dikarantina” di Hotel ZHM Premiere Padang pada Selasa (1/9/2026). Di sana, tiga narasumber kompeten—Yuliza Zein, Ritno Kurniawan, dan Ibnul Rival—membongkar habis teori pelayanan prima.
Format pelatihannya unik: mengawinkan kenyamanan dan keamanan. Para peserta dibekali materi Service Excellence yang berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau, lalu diperkuat dengan safety awareness serta praktik dasar SAR.

Feni Lindriany, yang mewakili GM PT Angkasa Pura (Persero) Cabang BIM, menegaskan bahwa pembekalan holistik ini adalah kunci masa depan pariwisata daerah.
“Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini bisa menambah pengalaman berarti bagi pengurus Pokdarwis se-Sumatera Barat dalam mengelola Desa Wisata di daerahnya,” tegas Feni saat membuka acara.
Pasukan Baru Wisata Aman Sumbar
Melalui pelatihan ini, Sumatera Barat kini punya amunisi baru. Sebanyak 20 destinasi andalan siap menerapkan standar pelayanan dan keselamatan tinggi di wilayahnya masing-masing:
- Padang Pariaman & Sekitarnya: Pokdarwis Nyarai, Sintuak, Katapiang, Apar, dan Paingan Guranjhil.
- Tanah Datar, Agam & Bukittinggi: Pokdarwis Kubu Gadang, Koto Gadang, Simarasok, Sungai Batang, Pagadih, dan Kayu Kubu.
- Solok & Pesisir Selatan: Pokdarwis Danau Talang, Danau Diateh, Surantiah, dan Amping Parak.
- Lima Puluh Kota, Mentawai & Kota Padang: Pokdarwis Taram, Manih Sarumpun, Bukik Bulek, Sarugo, dan Goa Kelelawar.
Kolaborasi apik antara keramahan budaya lokal dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat ini menjadi pesan kuat bagi wisatawan dunia. Destinasi wisata Sumatera Barat kini tidak lagi hanya menjual keelokan alam yang magis, tetapi juga berkomitmen penuh menjamin tiap jengkal kenyamanan dan keselamatan pengunjungnya.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.